5 Menit Pertama di Kelas Ternyata Penting, Begini Cara Membuka Pembelajaran agar Siswa Fokus

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi guru mengajar (foto: pinterest)
Ilustrasi guru mengajar (foto: pinterest)

JP Radar Kediri – Bel masuk berbunyi, guru masuk ke kelas, kemudian pembelajaran dimulai.

Namun, beberapa siswa mungkin masih berbicara dengan teman, membuka ponsel, atau belum sepenuhnya siap mengikuti pelajaran.

Padahal, beberapa menit pertama dapat menjadi kesempatan bagi guru untuk mengarahkan perhatian sekaligus membangun kesiapan belajar. Bagian pembuka ini dikenal sebagai lesson opening.

Guru tidak harus langsung memberikan materi. Beberapa aktivitas singkat dapat digunakan sebagai attention grabber untuk membuat siswa penasaran sekaligus menghubungkan topik dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki.

Baca Juga: Sosok Taufan Hidayat: Dokter, Peternak, dan Pemegang Lisensi Impor Domba Australia

1. Mulai dengan Pertanyaan yang Dekat dengan Siswa

Guru dapat membuka pembelajaran dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, sebelum membahas perubahan iklim, guru dapat bertanya, “Kenapa cuaca sekarang terasa lebih sulit diprediksi?” Pertanyaan tidak harus langsung memiliki jawaban benar.

Tujuannya adalah membuat siswa berpikir dan menyadari hubungan materi dengan kehidupan mereka.

Baca Juga: Dari S1 hingga S3, Unesa Siapkan Beasiswa untuk Anggota Pramuka

2. Tampilkan Sesuatu yang Membuat Penasaran

Gambar, video pendek, benda, data, atau potongan informasi dapat menjadi pemantik pembelajaran.

Misalnya, guru menampilkan gambar sebuah fenomena yang berkaitan dengan materi, kemudian meminta siswa menebak apa yang terjadi.

Tidak perlu menggunakan media yang rumit. Pemantik sederhana pun dapat efektif jika membuat siswa penasaran terhadap materi yang akan dipelajari.

3. Hubungkan dengan Pengetahuan Sebelumnya

Sebelum memperkenalkan konsep baru, ajak siswa mengingat kembali materi atau pengalaman yang sudah mereka ketahui.

Caranya bisa melalui satu atau dua pertanyaan sederhana. Dalam pelajaran matematika, misalnya, siswa dapat diminta menyebutkan situasi sehari-hari yang melibatkan pembagian sebelum mempelajari pecahan.

Selain membantu siswa menghubungkan materi lama dengan materi baru, cara ini juga membantu guru mengetahui pemahaman awal mereka.

Baca Juga: Tempat Duduk di Kelas, Apakah Bisa Memengaruhi Keterlibatan Siswa?

4. Berikan Tantangan Singkat

Satu soal, teka-teki, kasus, atau permasalahan sederhana dapat digunakan untuk membuka pelajaran.

Siswa tidak harus langsung menemukan jawabannya. Setelah mencoba, guru dapat menjelaskan bahwa cara menyelesaikan masalah tersebut akan dipelajari pada pertemuan itu.

Dengan begitu, siswa memiliki alasan untuk mengikuti materi karena mengetahui kaitannya dengan tantangan yang diberikan.

Baca Juga: 770 Pendidik Buktikan Inovasi Guru Tak Berhenti di Ruang Kelas

5. Jelaskan Tujuan Pembelajaran

Setelah perhatian siswa mulai terarah, sampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang sederhana.

Misalnya, “Hari ini kita akan belajar membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Setelah pembelajaran selesai, kalian akan mencoba memeriksa sebuah informasi dan menentukan apakah informasi tersebut layak dipercaya.”

Tujuan yang jelas membantu siswa memahami apa yang akan dipelajari dan apa yang diharapkan dari mereka.

Tidak Harus Selalu Meriah

Membuat siswa fokus bukan berarti guru harus selalu menggunakan permainan, video, atau aktivitas yang ramai.

Pertanyaan sederhana, gambar, kasus, benda nyata, maupun cerita pendek juga dapat menjadi attention grabber.

Yang terpenting, aktivitas pembuka tetap berkaitan dengan materi dan memiliki tujuan yang jelas. Jika terlalu jauh dari topik, aktivitas tersebut justru dapat menjadi distraksi.

Baca Juga: Banyak Materi dalam Satu Pertemuan, Apakah Semua Bisa Dipahami dengan Baik?

Lima Menit untuk Mengarahkan Pembelajaran

Lima menit pertama dapat menjadi jembatan antara aktivitas sebelumnya dengan pembelajaran yang akan berlangsung.

Daripada langsung meminta siswa membuka buku, guru dapat memulai dengan pertanyaan, pemantik visual, pengetahuan sebelumnya, atau tantangan singkat.

Setelah itu, tujuan pembelajaran dapat disampaikan agar siswa mengetahui arah kegiatan.

Dengan pembuka yang terarah, siswa tidak hanya tahu apa yang akan dipelajari, tetapi juga mengapa materi tersebut penting.

Editor : Shinta Nurma Ababil
tips mengajar strategi mengajar pembelajaran guru