Sekolah dan Cuaca Panas: Apakah Suhu Kelas Bisa Mengganggu Belajar?

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:00 WIB
ilustrasi suhu panas (freepik)
ilustrasi suhu panas (freepik)

JP Radar Kediri – Musim kemarau tidak hanya membuat udara di luar ruangan terasa lebih panas. Suhu ruang kelas juga dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran. Ketika ruangan terlalu panas, konsentrasi dan kemampuan menerima materi berpotensi ikut terganggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pada Agustus 2026, kondisi El Niño juga berada pada kategori sangat kuat, sementara puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada periode Juli-September.

Kondisi tersebut membuat kenyamanan termal di ruang belajar menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab, suhu yang terlalu tinggi bukan hanya persoalan rasa gerah.

Baca Juga: Kekalahan dari Thailand Jadi Bahan Evaluasi Penting Timnas Voli Putri untuk Hadapi Australia

Suhu Panas Bisa Mengganggu Konsentrasi

Sejumlah penelitian menunjukkan kondisi termal ruang kelas berkaitan dengan kenyamanan dan performa kognitif siswa.

Studi yang diterbitkan dalam Building and Environment pada 2024 terhadap siswa sekolah menengah di Singapura menemukan bahwa kecepatan udara berpengaruh terhadap kinerja kognitif.

Ketika kondisi ruang terasa semakin hangat, performa kognitif siswa cenderung menurun. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan sirkulasi udara melalui kipas dapat membantu menjaga kenyamanan termal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi ruang belajar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung atau menghambat proses belajar.

Ketika siswa merasa terlalu panas, perhatian mereka dapat terbagi antara mengikuti pelajaran dan berusaha mengatasi rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Gudang Rosok Banjaran Dilalap Jago Merah, Ini Penyebabnya!

Kenyamanan Anak Tidak Selalu Sama dengan Orang Dewasa

Persoalan suhu ruang kelas juga perlu dilihat dari karakteristik siswa. Anak-anak tidak selalu memiliki preferensi suhu yang sama dengan orang dewasa.

Kajian mengenai kenyamanan termal di ruang kelas menunjukkan bahwa kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama belajar.

Penelitian terbaru juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kebutuhan termal anak secara khusus ketika merancang lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, ruang kelas yang terasa nyaman bagi orang dewasa belum tentu memberikan kondisi yang sama bagi siswa.

Keluhan seperti gerah, sulit berkonsentrasi, atau cepat lelah saat cuaca panas tidak selalu berarti siswa kurang bersemangat belajar. Kondisi lingkungan juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Marketing Nabi Muhammad SAW 

Tidak Harus Selalu Menggunakan AC

Mengatasi ruang kelas yang panas tidak selalu berarti sekolah harus memasang pendingin udara.

Ventilasi alami, kipas, pengaturan bukaan jendela, serta perlindungan dari paparan sinar matahari langsung dapat menjadi bagian dari strategi menjaga kenyamanan ruang.

Penelitian di Singapura menunjukkan bahwa peningkatan pergerakan udara menggunakan kipas dapat membantu siswa menghadapi kondisi termal yang lebih hangat. Artinya, sirkulasi udara juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang belajar yang nyaman.

Sekolah dapat mulai dari langkah sederhana, seperti memastikan jendela dan ventilasi tidak terhalang, menempatkan kipas pada posisi yang efektif, serta mengurangi paparan panas langsung ke ruang kelas.

Lingkungan Belajar Juga Bagian dari Pembelajaran

Kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, metode mengajar, atau teknologi yang digunakan guru. Kondisi fisik ruang belajar juga menjadi bagian dari pengalaman siswa.

Saat suhu terlalu panas, siswa dapat lebih sulit mempertahankan perhatian. Dalam jangka pendek, kondisi tersebut mungkin terlihat seperti siswa kurang fokus. Namun, lingkungan ruang kelas juga perlu dipertimbangkan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi proses tersebut.

Baca Juga: Mending iPhone 17 Pro Max atau Galaxy S26 Ultra? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, sekolah perlu memperhatikan kondisi ruang kelas agar tetap nyaman digunakan. Upaya tersebut tidak harus selalu dilakukan dengan solusi mahal.

Pada akhirnya, ruang kelas yang baik bukan hanya ruang yang memiliki fasilitas lengkap, tetapi juga ruang yang memungkinkan siswa merasa nyaman untuk belajar.

Cuaca panas mungkin tidak dapat dikendalikan sekolah. Namun, kondisi ruang belajar dapat diupayakan agar panas di luar tidak ikut mengganggu konsentrasi siswa di dalam kelas.

Editor : Shinta Nurma Ababil
lingkungan belajar pendidikan cuaca panas sekolah