Tugas Sudah Lama Diberikan, Kenapa Baru Dikerjakan Menjelang Deadline?

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Ilustrasi batas waktu pengerjaan tugas yang semakin dekat dan dapat membuat pekerjaan terasa lebih mendesak untuk segera diselesaikan. Foto:magnific
Ilustrasi batas waktu pengerjaan tugas yang semakin dekat dan dapat membuat pekerjaan terasa lebih mendesak untuk segera diselesaikan. Foto:magnific

JP Radar Kediri - Tugas menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Guru maupun dosen dapat memberikan tugas untuk membantu siswa dan mahasiswa memahami materi, melatih keterampilan, hingga melihat hasil belajar yang telah dicapai.

Dalam beberapa kondisi, tugas sudah diberikan jauh sebelum batas waktu pengumpulan. Waktu yang tersedia sebenarnya cukup panjang, tetapi tidak sedikit siswa maupun mahasiswa yang justru baru mulai mengerjakannya ketika deadline semakin dekat.

Ketika batas waktu masih terasa jauh, tugas sering dianggap masih bisa diselesaikan nanti. Perhatian pun lebih mudah beralih pada kegiatan lain hingga waktu pengerjaan perlahan semakin berkurang.

Baca Juga: Perkuat Deteksi Dini, Polres Kediri Gerakkan Sabuk Kamtibmas hingga Desa

Kebiasaan menunda pekerjaan seperti ini dikenal sebagai prokrastinasi. Penundaan tidak selalu terjadi karena seseorang malas mengerjakan tugas, tetapi dapat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan, banyaknya pekerjaan, hingga kebingungan menentukan bagian yang harus dimulai.

Deadline Membuat Tugas Terasa Lebih Mendesak

Semakin dekat batas pengumpulan, waktu yang tersedia menjadi semakin sedikit. Tugas yang sebelumnya terasa masih bisa ditunda pun mulai terlihat sebagai sesuatu yang harus segera diselesaikan.

Rasa mendesak tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih fokus. Aktivitas lain mulai dikurangi karena perhatian beralih pada pekerjaan yang harus segera dikumpulkan.

Namun, mengerjakan tugas dalam waktu yang terlalu sempit juga memiliki keterbatasan. Waktu untuk mencari sumber, mengembangkan ide, memeriksa kesalahan, hingga memperbaiki hasil pekerjaan menjadi lebih sedikit.

Kenapa Tugas Sering Ditunda?

Salah satu penyebabnya adalah tugas yang terlihat terlalu besar atau sulit. Ketika belum mengetahui cara memulai, seseorang dapat memilih mengerjakan aktivitas lain yang terasa lebih mudah terlebih dahulu.

Baca Juga: Maulid Nabi Jadi Momentum Muhasabah, Kapolres Kediri Ajak Anggota Perbanyak Kebaikan

Baca Juga: REDMI 17 Resmi Dijual di Indonesia: Harga Mulai Rp2.899.000, Baterai 7.500mAh dan Garansi 36 Bulan

Tugas yang dianggap kurang menarik juga lebih mudah ditunda. Sebaliknya, kegiatan seperti membuka media sosial, menonton video, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain dapat terasa lebih menarik karena memberikan hiburan secara langsung.

Perasaan masih memiliki banyak waktu turut memengaruhi kebiasaan tersebut. Deadline yang masih jauh membuat tugas terasa belum mendesak meskipun pekerjaan yang harus diselesaikan sebenarnya cukup banyak.

Keinginan mendapatkan hasil yang sangat baik juga dapat membuat seseorang terlalu lama memikirkan cara memulai. Akibatnya, waktu justru banyak digunakan untuk mempertimbangkan pekerjaan daripada mulai mengerjakannya.

Memulai dari Bagian Kecil Bisa Membantu

Tugas yang terlihat besar dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Makalah, misalnya, dapat dimulai dengan mencari sumber, membuat kerangka, menulis bagian tertentu, kemudian melakukan penyuntingan.

Cara tersebut membuat pekerjaan tidak harus diselesaikan sekaligus. Setiap bagian dapat dikerjakan secara bertahap sesuai waktu yang tersedia.

Baca Juga: Cek Tarif Pajak Progresif dan Sanksi Denda Kendaraan Bermotor 2026

Membuat batas waktu pribadi sebelum deadline juga dapat memberikan ruang tambahan. Jika tugas selesai lebih awal, masih tersedia waktu untuk membaca kembali dan memperbaiki bagian yang diperlukan.

Menentukan waktu khusus untuk mulai mengerjakan juga dapat membantu. Tujuan awalnya tidak harus langsung menyelesaikan seluruh tugas, tetapi cukup mulai dari bagian yang paling memungkinkan.

Deadline memang dapat memberikan dorongan untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Namun, menunggu hingga batas waktu semakin dekat dapat membuat proses pengerjaan menjadi lebih terburu-buru.

Memulai lebih awal dan membagi pekerjaan menjadi bagian kecil dapat membantu membuat tugas lebih teratur. Dengan begitu, deadline menjadi batas akhir dari proses pengerjaan, bukan menjadi tanda untuk baru mulai bekerja.

Editor : Shinta Nurma Ababil
manajemen waktu tugas pendidikan deadline