Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ma’ruf Amin Minta Tak Ada Intervensi dan Pengkondisian Muktamar NU, Ini Alasannya!

Hilda Nurmala Risani
(Wahyu Adji/JPRK)
BERI SERUAN: Dari kiri, Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang Rembang Kiai Abdullah Ubab Maimoen Zubair, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Mansyur, Wakil Presiden Ke-13 RI Kiai Ma'ruf Amin, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Ponpes Roudhoh At-Thohiriyah Pati Kiai Ahmad Mu’adz Thohir, dan Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan Kiai Muhibbul Aman Aly berdiskusi membahas muktamar NU di Ponpes Lirboyo Rabu siang. (Wahyu Adji/JPRK)

Advertisement

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kunjungan sesepuh kiai di Pondok Pesantren Lirboyo kemarin menyoroti beberapa hal. Salah satunya terkait dugaan intervensi dan pengkondisian yang memungkinkan dilakukan oleh pemerintah. 

Menanggapi hal tersebut Ma’ruf Amin menyebut dugaan itu masih ada. Jadi masih terdapat upaya-upaya untuk menekan dengan berbagai cara. “Dugaan (intervensi dan pengkondisian, Red) itu masih ada,” ujar Mantan Wakil Presiden RI ke-13 itu.

Advertisement

Dugaan adanya indikasi pengondisian serta turut campur tangan pihak pemerintah masih menjadi sorotan utama di Muktamar ke-35 NU. Indikasi terkait dugaan intervensi tersebut dinilai masih terus bergulir di lapangan. Ini memunculkan perhatian khusus tentang independensi para peserta yang hadir di dalam forum tersebut.

Upaya-upaya untuk melakukan penekanan diduga masih terus terjadi hingga saat ini. Penekanan tersebut diindikasikan dilakukan melalui berbagai macam cara dan pendekatan. Kondisi ini membuat suasana di lapangan menjadi penuh dinamika yang patut untuk dikawal.

Advertisement

“Bahwa dari pemerintah sebenarnya tidak ada,” tandasnya.

Ya, terdapat keyakinan kuat bahwa pada dasarnya pemerintah secara institusi tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Persoalan utama justru ditengarai muncul dari adanya oknum atau pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja memanfaatkan isu keterlibatan pemerintah tersebut.

Pihak-pihak ini diduga membangun narasi seolah-olah mereka telah mendapatkan restu atau dukungan penuh dari pemerintah. Praktik pemanfaatan situasi semacam ini dinilai masih sering ditemukan di lapangan dan cukup meresahkan.

“Hal inilah yang dinilai menciptakan tekanan psikologis bagi para peserta dan harus segera dihentikan,” pungkasnya.

Panitia pelaksana pun diharapkan bisa bekerja secara demokratis, jujur, dan menjaga kondusivitas acara.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Kiai Ma’ruf Amin Singgung Soal Politik Uang saat Muktamar NU di Tambakberas Jombang

Kiai Ma’ruf Amin Singgung Soal Politik Uang saat Muktamar NU di Tambakberas Jombang

Pesan itu disampaikan Ma’ruf Amin setelah berziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kawasan Tambakrejo, Tambakberas, Rabu (26/8) malam.

Kiai Ma’ruf Amin: Pemerintah Harus Netral, Ini Pesan-Pesan Yang Wajib Diperhatikan!

Kiai Ma’ruf Amin: Pemerintah Harus Netral, Ini Pesan-Pesan Yang Wajib Diperhatikan!

Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang hari ini (27/8), sejumlah kiai sepuh berkumpul di Ponpes Lirboyo kemarin.

Kenapa Yakuza Maneges Tidak Kawal Kasus Pelecehan Santri sejak awal? ini Penjelasan Gus Thuba

Kenapa Yakuza Maneges Tidak Kawal Kasus Pelecehan Santri sejak awal? ini Penjelasan Gus Thuba

"Kami tidak mencari masalah. Tapi kalau ada orang yang minta tolong dan memang persoalannya jelas, kami akan bantu," tegas Gus Thuba.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer