JP Radar Kediri - Kemampuan siswa SMK kini tidak hanya dapat ditunjukkan melalui nilai maupun ijazah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan ekosistem DigiSkillBadge pada Senin, 24 Agustus 2026.
DigiSkillBadge dikembangkan untuk membantu mendokumentasikan kompetensi dan pengalaman siswa dalam bentuk portofolio digital. Rekam jejak tersebut dapat mulai dibangun sejak siswa duduk di kelas X dan terus berkembang selama menjalani pendidikan di SMK.
Apa Itu DigiSkillBadge?
DigiSkillBadge bukan sekadar aplikasi baru yang berdiri sendiri. Sistem ini dikembangkan sebagai ekosistem yang menghubungkan berbagai informasi mengenai kompetensi siswa.
Baca Juga: Blokir Rekening Aktivis Pati, Nasabah Ramai-ramai Serukan Boikot dan Pindah Dana dari Bank Mandiri
Di dalamnya dapat tercantum profil kompetensi, kredensial mikro, bukti pencapaian, hingga portofolio yang menunjukkan kemampuan siswa. Dengan begitu, pengalaman belajar tidak hanya berhenti sebagai kegiatan yang pernah dilakukan.
Proyek, sertifikat, pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga berbagai karya yang dihasilkan siswa dapat menjadi bagian dari rekam jejak tersebut. Informasi ini kemudian dapat membantu menunjukkan kemampuan siswa secara lebih nyata.
Bukan Sekadar Nilai dan Ijazah
Selama ini, kemampuan siswa sering kali dilihat melalui nilai akademik dan dokumen kelulusan. Padahal, siswa SMK juga memperoleh berbagai keterampilan melalui kegiatan praktik, proyek, sertifikasi, maupun pengalaman langsung di dunia kerja.
Baca Juga: Biaya Pajak Kendaraan Bermotor dan Tarif Progresif Terbaru Jawa Timur 2026
Baca Juga: Harga Tanah di Kawasan Bandara Doho Bisa Meroket Lagi, Ini Penyebabnya
Portofolio digital memungkinkan pengalaman tersebut terdokumentasi dalam satu rekam jejak. Siswa tidak hanya dapat menunjukkan pendidikan yang telah ditempuh, tetapi juga keterampilan dan karya yang pernah mereka hasilkan.
Sekolah juga memiliki peran dalam membangun portofolio tersebut. SMK didorong memiliki Learning Management System atau LMS agar aktivitas dan capaian siswa dapat direkam secara sistematis dan terhubung dengan profil digital mereka.
Dengan sistem tersebut, portofolio siswa dapat terus berkembang mengikuti proses pembelajaran. Setiap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bagian dari catatan kemampuan mereka.
Baca Juga: Saudia Airlines Siap Terbang ke Kediri tapi Ini Syarat yang Harus Mereka Dapatkan
Bisa Jadi Bekal Menuju Dunia Kerja
DigiSkillBadge juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Kompetensi yang terdokumentasi diharapkan dapat lebih mudah dikenali ketika siswa memasuki dunia kerja.
Perusahaan tidak hanya dapat melihat latar belakang pendidikan calon tenaga kerja. Rekam jejak proyek, sertifikasi, pengalaman PKL, hingga karya dapat memberikan gambaran tambahan mengenai keterampilan yang telah dimiliki.
Bagi siswa, portofolio tersebut juga dapat menjadi bekal ketika ingin melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan. Kompetensi yang dimiliki tidak hanya tertulis, tetapi dapat ditunjukkan melalui bukti pengalaman dan hasil kerja.
Baca Juga: Kisah Satu Keluarga Kediri Tewas di Jakarta, Ibu Urung Ikut Reuni SMP Akhir Tahun
Kehadiran DigiSkillBadge menunjukkan bahwa pencatatan hasil belajar siswa SMK mulai berkembang menuju sistem berbasis kompetensi. Ijazah dan nilai tetap menjadi bagian penting, tetapi siswa juga memiliki ruang untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari dan dikerjakan selama menempuh pendidikan.
Melalui portofolio digital tersebut, kemampuan siswa diharapkan dapat terlihat secara lebih utuh. Pendidikan di SMK pun tidak hanya menghasilkan dokumen kelulusan, tetapi juga rekam jejak keterampilan yang dapat dibawa menuju pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.
Editor : Shinta Nurma Ababil