Bukan Sekadar Menghafal, Apa Itu Higher Order Thinking Skills?

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:23 WIB
ilustrasi higher order thinking skills (freepik)
ilustrasi higher order thinking skills (freepik)

 JP Radar Kediri – Dalam pembelajaran, siswa tidak hanya dituntut mengingat informasi, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan untuk memahami masalah, menganalisis informasi, hingga menemukan solusi. Kemampuan tersebut dikenal sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi.

HOTS berkaitan dengan proses berpikir yang lebih kompleks daripada sekadar mengingat fakta.

Dalam Taksonomi Bloom yang telah direvisi, proses kognitif terdiri dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Tiga tingkat terakhir umumnya dikaitkan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Baca Juga: Apa yang Jadi Penentu Desil Bansos? Sensus Ekonomi 2026 Jadi Jawabannya

Enam Tingkatan Proses Berpikir

Taksonomi Bloom membantu menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir siswa dapat berkembang dari tingkat sederhana hingga lebih kompleks.

Tidak berarti siswa harus langsung berada pada tingkat tertinggi. Kemampuan mengingat dan memahami tetap menjadi dasar sebelum siswa dapat menganalisis, mengevaluasi, atau menciptakan sesuatu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Guru PPPK Jadi PNS 2027? Ini Bocoran Menkeu hingga Mendikdasmen

Soal Sulit Belum Tentu HOTS

HOTS juga tidak sama dengan soal yang dibuat sesulit mungkin. Yang membedakan adalah proses berpikir yang diperlukan untuk menemukan jawabannya.

Misalnya dalam materi pencemaran lingkungan, pertanyaan: “Sebutkan tiga jenis pencemaran lingkungan.”

lebih banyak menguji kemampuan mengingat.

Sementara pertanyaan: “Sebuah sungai di sekitar permukiman berubah warna dan mengeluarkan bau. Analisis kemungkinan penyebab dan dampaknya terhadap lingkungan.”

meminta siswa menggunakan pengetahuan untuk menganalisis sebuah situasi.

Soal HOTS juga dapat meminta siswa mengevaluasi suatu pendapat berdasarkan bukti atau membuat solusi terhadap sebuah permasalahan.

Baca Juga: Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI)? Bank Indonesia Resmi Rilis

Mengapa HOTS Penting?

Dalam kehidupan sehari-hari, persoalan yang dihadapi siswa tidak selalu memiliki jawaban yang dapat langsung ditemukan dalam buku. Mereka perlu memilah informasi, memahami hubungan sebab-akibat, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan mengambil keputusan.

Karena itu, pembelajaran yang mengembangkan HOTS dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis masalah, memberikan alasan, mengevaluasi informasi, dan menghasilkan solusi.

Baca Juga: Rekrutmen Petugas Haji Kesehatan 2027, Catat Tanggal Pendaftarannya

Namun, kemampuan berpikir tingkat tinggi tetap membutuhkan pengetahuan dasar. Siswa perlu memiliki informasi dan pemahaman yang cukup sebelum dapat menggunakannya untuk melakukan analisis atau evaluasi.

Pada akhirnya, HOTS bukan tentang membuat soal yang rumit atau menjebak siswa. Intinya adalah mendorong siswa menggunakan pengetahuan untuk berpikir, bukan sekadar mengingatnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
hotspot berpikir kritis pembelajaran