Tips Lulus Kuliah Agar Diterima Kerja dan Mudah Menyesuaikan Diri

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Ilustrasi: Persiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. (Dok. AI/Ilustrasi)
Ilustrasi: Persiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. (Dok. AI/Ilustrasi)

JP Radar Kediri - Lulus kuliah dan memiliki gelar memang menjadi bekal awal untuk mencari pekerjaan. Namun, fresh graduate tetap perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan suasana dan aturan di tempat kerja.

Saat mulai bekerja, lulusan tidak hanya mengandalkan ilmu dari kampus. Mereka juga perlu belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyesuaikan diri, dan menghadapi berbagai masalah yang mungkin belum pernah ditemui selama kuliah.

Kemdiktisaintek menilai perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan tidak hanya dari sisi akademik dan keterampilan. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Baca Juga: Kenapa Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026? PSSI Resmi Minta Maaf

Tantangan mencari pekerjaan juga terlihat dari data Kemdiktisaintek yang mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2025, sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi masih menganggur dari total 7,28 juta pengangguran terbuka di Indonesia. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas tercatat sekitar 5,39 persen.

Angka tersebut memang tidak hanya berasal dari fresh graduate. Namun, data itu menunjukkan bahwa gelar pendidikan tinggi belum selalu membuat seseorang langsung mendapat pekerjaan setelah lulus.

Dunia Kerja Tak Cukup Hanya Mengandalkan Gelar

Selama kuliah, mahasiswa terbiasa dengan tugas, ujian, presentasi, dan berbagai kegiatan kampus. Saat mulai bekerja, situasinya tentu berbeda. Mereka harus menghadapi target, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Edukasi dan Imbauan Diintensifkan, Polsek Kepung Pasang Papan Peringatan

Karena itu, lulusan perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Kemdiktisaintek bersama Bappenas juga mendorong perguruan tinggi agar lebih memperhatikan kebutuhan dunia kerja saat menyiapkan mahasiswa sebelum lulus.

Pemerintah saat ini juga sedang melihat apakah kemampuan lulusan perguruan tinggi sudah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Salah satunya melalui Survei Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi terhadap Kebutuhan Pasar Tenaga Kerja Indonesia yang dibuka hingga 30 Agustus 2026.

Survei tersebut digunakan untuk melihat hubungan antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan di dunia kerja, perusahaan, industri, dan lembaga lainnya. Hasilnya diharapkan bisa menjadi bahan bagi perguruan tinggi untuk memperbaiki pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan setelah mahasiswa lulus.

Baca Juga: Bagaimana Cara Cek Bansos Pakai KTP? Ini Kategori Desil yang Dapat Bantuan Uang hingga Beras

Kemampuan Beradaptasi Bisa Dilatih Sejak Kuliah

Kemampuan menyesuaikan diri bisa mulai dilatih sejak masih kuliah. Mahasiswa dapat belajar dari kegiatan organisasi, magang, kerja kelompok, proyek, pelatihan, atau kegiatan lain yang melibatkan kerja sama dengan orang lain.

Pengalaman tersebut bisa membantu mahasiswa terbiasa berkomunikasi, membagi tugas, mencari jalan keluar saat ada masalah, dan menyelesaikan pekerjaan dengan tanggung jawab.

BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka secara nasional berada di angka 4,68 persen.

Baca Juga: Satpol PP Kota Kediri Tertibkan Penambang Pasir Ilegal di Sungai Brantas

Gelar tetap penting sebagai bekal setelah lulus, tetapi pengalaman dan kemampuan lain juga dibutuhkan. Fresh graduate perlu siap mempelajari hal baru, berkomunikasi dengan baik, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Suasana kuliah tentu berbeda dengan dunia kerja. Karena itu, pengalaman yang didapat selama kuliah bisa menjadi bekal saat mulai masuk ke dunia kerja.

Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
kemdiktisaintek dunia kerja mahasiswa lulusan perguruan tinggi fresh graduate