JP Radar Kediri – Dalam satu kelas, siswa memiliki kemampuan, minat, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, pembelajaran tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama untuk semua siswa.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pembelajaran berdiferensiasi.
Baca Juga: Google Cloud Partner Datalabs Buka Pusat Eksplorasi AI Gemini Enterprise di Indonesia
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Kesiapan belajar, minat, dan profil belajar dapat menjadi pertimbangan guru dalam menentukan strategi pembelajaran.
Bukan Berarti Materinya Berbeda
Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti setiap siswa mendapatkan materi yang berbeda. Penyesuaian dapat dilakukan pada konten, proses, maupun produk pembelajaran.
Baca Juga: Begini Pantauan Cuaca pada 19-20 Agustus 2026
Misalnya, siswa yang masih kesulitan memahami materi dapat memperoleh contoh dan latihan tambahan.
Sementara siswa yang sudah menguasai materi dapat diberikan tantangan yang lebih kompleks. Keduanya tetap diarahkan untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang sama.
Baca Juga: Bukan Sekadar Angka, Hasil TKA Bisa Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Dimulai dari Mengenali Siswa
Guru perlu mengetahui kondisi awal siswa sebelum menentukan bentuk pembelajaran. Salah satunya melalui asesmen diagnostik, yang dapat membantu mengidentifikasi kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik.
Asesmen ini bukan untuk memberi label atau mengelompokkan siswa secara permanen, melainkan menjadi dasar dalam menentukan pembelajaran yang sesuai.
Bukan Berarti Guru Mengikuti Semua Keinginan Siswa
Pembelajaran berdiferensiasi tetap memiliki tujuan pembelajaran yang ditentukan guru. Yang disesuaikan adalah cara siswa memperoleh atau menunjukkan pemahaman berdasarkan kebutuhan mereka.
Pengelompokan siswa juga dapat dilakukan secara fleksibel dan berubah sesuai perkembangan kemampuan mereka.
Pada akhirnya, pembelajaran berdiferensiasi bukan tentang memberikan perlakuan yang berbeda tanpa alasan.
Pendekatan ini berusaha memastikan setiap siswa memperoleh dukungan yang sesuai agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan kata lain, satu kelas tidak harus belajar dengan cara yang seragam karena kebutuhan setiap siswa memang tidak selalu sama.
Editor : Shinta Nurma Ababil