Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sistem Kebut Semalam, Ini Cara Belajar dengan Spaced Practice

I
Potret seorang anak perempuan pelajar yang sedang belajar di perpustakaan (freepik)
Potret seorang anak perempuan pelajar yang sedang belajar di perpustakaan (freepik)

Advertisement

 JP Radar Kediri – Belajar menjelang ujian dalam waktu singkat atau cramming masih menjadi salah satu pola belajar yang dikenal di kalangan siswa.

Materi dipelajari sekaligus dalam satu sesi panjang dengan harapan dapat diingat saat ujian. Namun, ada strategi yang menyebarkan proses belajar ke beberapa waktu, yaitu spaced practice atau distributed practice.

Spaced practice merupakan strategi belajar dengan memberikan jeda di antara sesi-sesi belajar, sehingga materi tidak dipelajari sekaligus dalam satu waktu.

Advertisement

Berbeda dengan massed practice atau cramming, strategi ini mengatur pertemuan siswa dengan materi dalam beberapa sesi.

Mengapa Belajar Diberi Jeda?

Advertisement

Ketika materi dipelajari dalam satu sesi panjang, siswa dapat merasa lebih lancar mengingat informasi dalam waktu dekat. Namun, kelancaran tersebut belum tentu menunjukkan bahwa informasi akan bertahan lama dalam ingatan.

Dalam spaced practice, materi dipelajari kembali setelah adanya jeda. Ketika kembali berhadapan dengan materi, siswa perlu mengingat kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya. Pengulangan yang dilakukan secara berkala ini dapat membantu mempertahankan informasi lebih lama.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menyaring lebih dari 3.000 artikel dan memasukkan 22 laporan dengan 31 ukuran efek serta lebih dari 3.000 peserta dalam analisis.

Hasilnya menunjukkan efek sedang yang mendukung distributed practice dibandingkan massed practice dalam pembelajaran di kelas, dengan ukuran efek d = 0,54.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyebaran sesi belajar dapat memberikan manfaat dibandingkan pembelajaran yang dipadatkan dalam satu waktu. Namun, hasil belajar tetap dapat dipengaruhi oleh materi, kondisi pembelajaran, dan karakteristik peserta didik.

Advertisement

Artikel Terkait

Wajib Belajar 13 Tahun: Mengapa Pendidikan Prasekolah Menjadi Semakin Penting?

Wajib Belajar 13 Tahun: Mengapa Pendidikan Prasekolah Menjadi Semakin Penting?

Wajib Belajar 13 Tahun memperluas akses pendidikan sejak prasekolah hingga SMA untuk membangun fondasi belajar yang lebih kuat.

AI Makin Dekat dengan Dunia Pendidikan, Siswa Perlu Dibekali Etika dan Kemampuan Berpikir Kritis

AI Makin Dekat dengan Dunia Pendidikan, Siswa Perlu Dibekali Etika dan Kemampuan Berpikir Kritis

Pemanfaatan AI di pendidikan terus berkembang. Siswa perlu dibekali literasi, etika, dan kemampuan berpikir kritis agar teknologi digunakan secara bijak.

Mengenal Pendidikan Inklusif, Upaya Memberi Ruang Belajar bagi Setiap Anak

Mengenal Pendidikan Inklusif, Upaya Memberi Ruang Belajar bagi Setiap Anak

Pendidikan inklusif memberi ruang bagi setiap anak untuk belajar sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kecepatan perkembangannya agar tetap bisa tumbuh dan maju secara op

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer