JP Radar Kediri – Pemerintah Jepang saat ini tengah memperkuat dukungan nya terhadap pembelajaran bahasa bagi siswa asing yang baru dating ke negara tersebut. Langkah ini dikarenakan meningkat nya jumlah peserta didik yang membutuhkan pelatihan bahasa Jepang di sekolah negeri.
Berdasarkan laporan panel ahli Kementerian Pendidikan Jepang, pemerintah pusat didorong mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan standar pendidikan bagi anak warga negara asing. Salah satu rekomendasinya adalah menyiapkan model program bahasa Jepang dasar yang dapat diberikan sebelum siswa mengikuti pembelajaran reguler di sekolah.
Jumlah siswa sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas negeri yang membutuhkan dukungan bahasa Jepang kian meningkat. Per Mei 2025, jumlah nya mencapai 34.759 siswa, hamir dua kali lipat dibandingkan satu decade sebelumnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang sebelumnya telah menyiapkan kurikulum khusus serta menambah tenaga pengajar. Namun, pertumbuhan jumlah siswa asing dinilai berlangsing lebh cepat disbandingkan kemampuan sekolah untuk menyediakan layanan pembelajaran.
Baca Juga: Patut Disimak, AI Tak Lagi Sekadar Mata Kuliah, Kampus Mulai Kembangkan Hal Ini
Baca Juga: Ada “Perang Bintang” di Proyek Alun-Alun?
Program bahasa dasar tersebut tidaklah hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berbasa, siswa juga akan diperkenalkan dengan budaya serta kebiasaan di lingkungan sekolah Jepang sehingga bisa beradaptasi dengan lebih mudah.
Salah satu kota yag telah menerapkan program serupa adalah Yokohama. Pada Mei 2025, sekitar 4.600 siswa sekolah dasar dan menengah pertama negeri di kota tersebut tercatat membutuhkan pembelajaran bahasa Jepang.
Melalui fasilitas bernama Himawari di distrik Naka, siswa mengikuti program bahasa selama 12 hari yang dibagikan berdasarkan kelompok usia. Kegiatan ini dilakukan beberapa kali dalam sepekan sambal tetap melakukan pembelajaran reguler.
Materi yang diberikan juga mencakup kegiatan sehari-hari di sekolah Jepang. Siswa diperkenalkan dengan aktivitas seperti membersihkan ruang kelas serta berbagai aturan yang mungkin berbeda dengan sekolah asal mereka.
Fasilitas tersebut juga terdapat ruang konsultasi bagi orang tua terkait proses adaptasi anak di sekolah. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu siswa dan kelarga memahami lingkungan pendidikan yang baru.
Baca Juga: FKMT Kabupaten Kediri Gelar Raker Perdana Satukan Ormas Islam
Selain memperkuat program bahasa, panel kementerian juga merekomendasikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan generative, dalam proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai pendukung penyususnan dan pelaksanaan program bahasa bagi siswa asing.
Guru juga didorong meneyediakan informasi multibahasa bagi siswa asing yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun yang ingin memasuki dunia kerja. Informasi mengenai izin tinggal dan layanan pemerintah turut diharapkan dapat diakses dengan lebih mudah.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang untuk menyesuaikan sistem pendidikannya dengan semakin beragamnya latar belakang peserta didik, sekaligus memastikan siswa asing memperoleh dukungan yang memadai untuk belajar dan beradaptasi di lingkungan sekolah.
Artikel ini diperkaya oleh : Mifta Dwi Saifin Nisa, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mahfud