Kuliah Sambil Belajar Bisnis, Kenalan dengan P2MW yang Bantu Mahasiswa Kembangkan Usaha

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Logo Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Foto: Portal P2MW Kemdiktisaintek.
Logo Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Foto: Portal P2MW Kemdiktisaintek.

JP Radar Kediri - Saat ini kuliah tidak hanya tentang mengikuti kelas, mengerjakan tugas, dan mengejar nilai. Mahasiswa yang sudah mulai merintis usaha juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya melalui program kewirausahaan.

Salah satunya adalah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk mendukung pengembangan usaha mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.

Apa Itu P2MW?

P2MW merupakan program pengembangan bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha. Peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan bisnis melalui bantuan dana pengembangan, pendampingan, serta pelatihan atau coaching usaha.

Artinya, P2MW bukan hanya kompetisi untuk mencari ide bisnis. Mahasiswa yang mengikuti program ini diarahkan untuk mengembangkan usaha yang telah mereka rintis agar semakin terarah.

Baca Juga: Cara Turunkan Desil Bansos Tahap III Agustus 2026 Supaya Jadi Penerima PKH BPNT dan Beras

Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat belajar menjalankan bisnis secara langsung, mulai dari mengembangkan produk, memahami kebutuhan konsumen, menyusun strategi pemasaran, hingga mengelola perkembangan usahanya.

Usahanya Bisa Apa Saja?

P2MW membuka sejumlah kategori usaha. Pada pelaksanaan 2026, kategori tersebut meliputi makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif, seni dan budaya, jasa, pariwisata dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital.

Produk yang diajukan harus dikembangkan oleh mahasiswa pengusul. Program ini tidak diperuntukkan bagi usaha yang sekadar menjual kembali produk milik pihak lain seperti waralaba atau reseller.

Peserta P2MW juga mengikuti program secara berkelompok. Dalam ketentuan 2026, satu kelompok terdiri dari tiga hingga lima mahasiswa dan hanya dapat memilih satu tahapan serta satu kategori usaha.

Baca Juga: Tidak Boleh Dibawa Pulang, BGN Wajibkan Guru Makan MBG Bersama Siswa di Kelas

Tak Hanya Mendapat Pendanaan

Pendanaan menjadi salah satu bagian dari P2MW, tetapi tujuan program tidak berhenti pada bantuan modal. Mahasiswa juga memperoleh pembinaan yang dapat membantu mereka meningkatkan kapasitas sebagai pelaku usaha.

Proses tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui praktik. Ketika menghadapi masalah dalam pemasaran, pengembangan produk, maupun pengelolaan usaha, peserta perlu melakukan evaluasi dan menentukan langkah berikutnya.

Kegiatan seperti ini juga dapat mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam menjalankan usaha.

Mengapa P2MW Penting bagi Mahasiswa?

Pengalaman mengembangkan bisnis sejak masa kuliah dapat memberikan mahasiswa gambaran mengenai dunia usaha sebelum menyelesaikan pendidikan. Mereka tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan, tetapi juga menghadapi proses menjalankan bisnis secara langsung.

P2MW juga dirancang untuk mendorong minat mahasiswa dalam berwirausaha serta memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.

Kemdiktisaintek berharap program tersebut dapat mendorong munculnya mahasiswa wirausaha yang inovatif dan mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Baca Juga: Titik Panas Terdeteksi di Kediri Raya: Warga Diminta Waspada Potensi Karhutla, Begini Dampaknya

Mengikuti P2MW tentu tidak berarti mahasiswa harus menjadi pengusaha setelah lulus. Namun, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi tambahan bekal, baik ketika memilih mengembangkan bisnis sendiri maupun ketika memasuki dunia kerja.

Dengan adanya P2MW, masa perkuliahan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperdalam kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan pengalaman kewirausahaan yang dapat dimanfaatkan di masa depan.

Artikel ini diperkaya oleh : Mifta Dwi Saifin Nisa, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mahfud
mahasiswa progam kewirausahaan