Belajar Sambil Bermain, Benarkah Efektif? Mengenal Game-Based Learning

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi kegiatan belajar dan berdiskusi bersama di lingkungan pendidikan. Pembelajaran bahasa asing dapat membantu generasi muda memperluas kemampuan komunikasi dan akses terhadap informasi. Foto: Pinterest
Ilustrasi kegiatan belajar dan berdiskusi bersama di lingkungan pendidikan.  Foto: Pinterest

 JP Radar Kediri –  Bermain selama ini identik dengan hiburan. Namun, dalam dunia pendidikan, permainan juga bisa digunakan sebagai bagian dari proses belajar menggunakan pendekatan Game-Based Learning (GBL).

Game-Based Learning adalah cara mengajar yang memakai permainan untuk membantu murid mencapai tujuan belajarnya. Dalam pendekatan ini, game tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar.

Baca Juga: Sisa Satu Slot Kuota Pemain Asing, Persebaya Belum Buru-buru Genapi Skuad

Permainannya bisa berupa versi digital atau bukan digital, misalnya seperti permainan papan, permainan kartu, atau simulasi.

Belajar Melalui Pengalaman

Dalam pembelajaran berbasis game, siswa bisa belajar dengan cara menyelesaikan tantangan, mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan menerima umpan balik.

Misalnya, dalam belajar matematika, siswa bisa bermain permainan yang meminta mereka menyelesaikan soal-soal agar bisa mencapai tujuan tersebut. Pengetahuan yang telah dipelajari selanjutnya digunakan untuk memutuskan strategi atau mengambil keputusan.

Baca Juga: KONI Kabupaten Kediri Tinjau Fasilitas Olahraga Surya Inspirasi Schools

Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa mencoba, membuat kesalahan, dan memperbaiki cara kerjanya berdasarkan hasil yang mereka dapatkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis game bisa membantu mencapai berbagai hasil pembelajaran.

Penelitian yang secara sistematis dan mendalam dilakukan pada bidang pendidikan anak usia dini menunjukkan dampak positif dalam beberapa aspek, seperti kemampuan berpikir, hubungan sosial dan perasaan, semangat belajar, serta keterlibatan anak dalam proses pendidikan.

Namun, hasil tersebut khususnya berhubungan dengan situasi pendidikan anak-anak usia dini, sehingga tidak bisa langsung diterapkan atau dianggap berlaku untuk semua tingkatan pendidikan lainnya.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap III 2026 Cair di 80 Daerah, Cek Wilayah dan Rincian Saldonya

Apa yang Membuatnya Efektif?

Keberhasilan pembelajaran berbasis permainan tidak hanya bergantung pada seberapa menarik permainannya saja.

Yang lebih penting adalah sesuai tidaknya permainan dengan tujuan pembelajaran.

Permainan yang menarik belum tentu bisa membantu siswa mengerti pelajaran. Permainan sederhana bisa jadi cara belajar yang bagus, asalkan tantangannya mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan atau keterampilan yang sedang dipelajari.

Oleh karena itu, guru harus memutuskan kompetensi yang ingin dicapai sebelum memilih atau merancang sebuah permainan.

Baca Juga: Fitur Canggih Honor Robot Phone yang Meluncur Hari Ini

Umpan balik juga penting karena membantu siswa memahami hasil dari apa yang mereka lakukan, mengenali kesalahan yang mereka buat, dan mencoba cara lain untuk menyelesaikan masalah.

Sehingga, game yang digunakan dalam pembelajaran tidak hanya membuat siswa senang bermain, tetapi juga memberikan pengalaman yang langsung terkait dengan tujuan belajar.

Game-Based Learning Berbeda dengan Gamifikasi

Game-Based Learning sering dikira sama dengan gamifikasi, padahal keduanya tidak sama.

Pembelajaran berbasis permainan menggunakan permainan sebagai bagian dari proses belajar.

Sementara itu, gamifikasi menghadirkan unsur-unsur permainan dalam aktivitas yang sebenarnya bukan permainan, seperti menggunakan poin, medali, tingkatan, atau daftar peringkat agar siswa lebih tertarik dan terlibat.

Sederhananya:

Baca Juga: Momentum Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Dorong Penguatan UMKM melalui Pendampingan Berkelanjutan di Desa Brilian

Perbedaan itu penting karena memberikan poin atau badge pada sebuah tugas belum otomatis membuat kegiatan tersebut dianggap sebagai Game-Based Learning.

Game Tidak Harus Digital

Game berbasis belajar tidak selalu harus menggunakan komputer atau ponsel pintar. Permainan seperti papan, kartu, permainan kelompok, dan jenis permainan analog lainnya bisa digunakan selama tujuannya untuk belajar jelas.

Peninjauan sistematis terhadap berbagai permainan papan, permainan meja, dan permainan analog menunjukkan bahwa pendekatan ini bisa digunakan untuk membantu mencapai berbagai aspek pembelajaran, seperti pengetahuan, kemampuan berpikir, komunikasi, serta kerja sama.

Jadi, inti dari pembelajaran berbasis permainan tidak tergantung pada alat yang digunakan, tetapi pada hubungan antara cara bermain dan tujuan belajar yang ingin dicapai.

Baca Juga: Ketika Segmen Well-Literate Menggeliat 

Tetap Membutuhkan Desain yang Tepat

Menggunakan pembelajaran berbasis permainan tidak berarti guru hanya perlu menambahkan permainan saja ke dalam kelas. Tujuan pembelajaran, sifat siswa, tingkat kesulitan, aturan permainan, serta cara memberi umpan balik masih harus diperhatikan.

Penelitian tentang penerapan pembelajaran berbasis game di kelas menunjukkan beberapa kendala, seperti kurangnya fasilitas dan alat pendukung, minimnya panduan yang tersedia, serta ketidaksiapan guru dalam menerapkan metode tersebut.

Permainan yang terlalu mudah dapat mengurangi tantangan. Justru, jika permainan terlalu sulit, siswa jadi lebih fokus memahami aturan daripada belajar materinya.

Oleh karena itu, pertanyaan yang harus dipikirkan bukan hanya “Game apa yang menarik?” tapi juga “Apa saja hal-hal yang ingin dipelajari siswa lewat game tersebut?”

Baca Juga: Pemkab Kediri Lebarkan Jalan Menuju Hotel Haji: Maksimalkan Sisa Lahan, Pemkab Gagas Pelebaran Akses, Tikungan Tajam Jadi PR

Bukan Sekadar Bermain

Game-Based Learning pada dasarnya menggunakan permainan sebagai cara untuk membentuk pengalaman belajar yang lebih aktif. Siswa bisa mencoba hal-hal, membuat pilihan, menerima masukan, dan menyesuaikan cara kerjanya saat proses berjalan.

Namun, tujuan akhirnya tetap pembelajaran. Permainan yang seru mungkin tidak membantu belajar dengan baik jika tidak terkait langsung dengan kemampuan yang ingin dikuasai.

Dengan desain yang tepat, permainan bisa menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu siswa memahami materi pelajaran dan menerapkan pengetahuan dalam situasi yang lebih menarik dan relevan.

Editor : Mahfud
Game Based-Learning pembelajaran game