Guru Galak vs Guru Asyik: Mana yang Bikin Murid Lebih Semangat Belajar?

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB
Ilustrasi suasana belajar dengan karakter guru yang berbeda.
Ilustrasi suasana belajar dengan karakter guru yang berbeda.

JP Radar Kediri - Coba inget-inget lagi masa sekolah dulu. Pasti ada satu guru yang bikin deg-degan tiap masuk kelasnya, sama satu lagi yang bikin kamu malah nunggu-nunggu jam pelajarannya. Bedanya cuma satu: cara mereka ngajar. Tapi pertanyaannya, mana sih yang sebenarnya lebih efektif bikin murid semangat belajar? Guru yang tegas dan disiplin, atau guru yang santai dan asyik diajak ngobrol?

Gaya Ngajar Emang Ngaruh Banget
Gaya mengajar guru itu punya pengaruh yang nyata terhadap motivasi belajar siswa. Bukan cuma sekadar "kelihatannya" doang, tapi emang kerasa banget bedanya kalau kita pernah ngerasain sendiri gimana rasanya diajar guru yang beda-beda tipe.

Ambil contoh guru yang tegas. Bukan berarti guru harus lembek terus biar disukai muridnya, ada kalanya ketegasan justru bikin suasana kelas jadi lebih kondusif, apalagi kalau kelasnya emang gampang ribut. Teguran yang tepat waktu bisa bikin murid lebih fokus, bukan malah takut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 27 Juli 2026 Naik Rp10.000, Cek Daftar Lengkapnya Tiap Gram

Di sisi lain, cara guru merespon usaha muridnya juga nggak kalah penting. Penghargaan yang tulus dan tanggapan yang membangun biasanya bikin siswa makin termotivasi buat berusaha lebih baik lagi. Jadi bukan cuma soal galak atau nggaknya seorang guru, tapi juga soal bagaimana cara mereka merespons usaha muridnya.

Bukan Cuma soal Galak atau Asyik, tapi soal Ketepatan


Nah, ini yang paling penting. Benang merahnya bukan "guru harus galak" atau "guru harus asyik", tapi lebih ke soal ketepatan pendekatan yang dipakai sesuai kebutuhan siswa. Setiap kelas punya karakter yang beda, jadi strategi mengajar yang beragam dan disesuaikan dengan karakteristik siswa itu penting banget biar semangat belajarnya bisa lebih terjaga.

Selain itu, hubungan antara guru dan siswa juga jadi faktor besar. Ketika guru menunjukkan dedikasi, perhatian, dan dukungan terhadap proses belajar siswa, itu biasanya jadi salah satu hal yang memperkuat motivasi belajar mereka. Siswa cenderung lebih termotivasi bukan semata karena guru itu galak atau santai, tapi karena mereka merasa diperhatikan dan didukung dalam proses belajarnya.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Mulai Cair, Cek Penerimanya Lewat HP!

Lingkungan Sekolah Juga Ikut Berperan


Menariknya, motivasi belajar itu sebenarnya bukan cuma soal gaya mengajar guru semata. Lingkungan sekolah yang nyaman, bersih, dan bikin betah juga ikut jadi bagian dari faktor yang memengaruhi semangat belajar siswa. Ini nunjukkin kalau motivasi belajar itu hasil dari beberapa faktor yang saling berkaitan, bukan cuma tergantung dari satu sosok guru aja.

Jadi, Guru yang Kayak Gimana yang Ideal?


Jawabannya bukan soal galak atau asyik, tapi soal bagaimana guru bisa membaca situasi kelas dan menyesuaikan caranya mengajar. Kadang siswa butuh ketegasan supaya kelas tetap kondusif dan nggak ribut sendiri. Tapi di saat yang sama, mereka juga butuh diperhatikan, didukung, dan diberi apresiasi yang membangun.

Baca Juga: Makna Angka 1.147 di Hari Jadi Kota Kediri

Guru yang paling dirindukan bukan yang selalu galak atau selalu asyik sepanjang waktu, tapi yang tahu kapan harus tegas dan kapan harus lebih hangat, tergantung situasi dan kebutuhan siswanya saat itu.

Penulis : Satria Sinak
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
belajar siswa sekolah guru