JP Radar Kediri - Mereka yang baru lulus sering kali bingung menentukan mana yang lebih penting untuk ditampilkan saat melamar pekerjaan, IPK tinggi atau portofolio yang kuat. Keduanya penting, tetapi masing-masing melakukan tugasnya sendiri dalam proses rekrutmen.
Sementara IPK menunjukkan pencapaian akademik selama kuliah, portofolio menunjukkan bahwa pelamar dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam proyek, magang, penelitian, organisasi, dan pekerjaan pribadi.
Baca Juga: Breaking News! Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI Usai 7 Tahun Menjabat, Siapa Penggantinya?
IPK Masih Digunakan sebagai Syarat Awal
Ada beberapa perusahaan yang masih membutuhkan minimal IPK untuk lowongan kerja nya . Salah satu lowongan Fresh Graduate Management Training Program yang tercantum di Karirhub Kementerian Ketenagakerjaan, misalnya, mensyaratkan pelamar memiliki IPK minimal 3,00. Selain nilai akademik, perusahaan juga mencari kemampuan komunikasi, analisis, dan pemecahan masalah.
Untuk lowongan trainee manajemen di Karirhub, kandidat harus memiliki IPK minimal 3,00 dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, kepemimpinan, dan siap untuk kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: Makna Angka 1.147 di Hari Jadi Kota Kediri
Hal ini menunjukkan bahwa IPK masih dapat membantu fresh graduate untuk melewati pemeriksaan administrasi, tetapi nilai tinggi belum cukup untuk menunjukkan bahwa pelamar mampu menjalankan pekerjaan.
Portofolio Menjadi Bukti Kemampuan
Portofolio lebih banyak diperlukan untuk pekerjaan yang membutuhkan hasil karya atau kemampuan teknis. Misalnya, untuk pekerjaan staf desain grafis di Karirhub, kandidat harus memiliki portofolio yang relevan dan menguasai perangkat lunak desain. Untuk magang desain interior, kandidat juga harus memiliki portofolio selain kemampuan menggunakan aplikasi desain.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Mulai Cair, Cek Penerimanya Lewat HP!
Portofolio tidak hanya berupa desain, foto, atau tulisan. Mahasiswa teknologi dapat menampilkan aplikasi yang pernah dibuat, mahasiswa komunikasi dapat menyertakan artikel dan kampanye media sosial, sedangkan mahasiswa bisnis dapat menunjukkan analisis pasar atau proyek usaha.
Selain itu, Program MagangHub Kemnaker juga menempatkan pengalaman kerja, sertifikat kompetensi, dan hasil proyek dalam portofolio sebagai bekal fresh graduate untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja.
Jadi, Mana yang Lebih Penting?
Tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua jenis pekerjaan. IPK biasanya menjadi persyaratan awal, terutama untuk program manajemen trainee, perusahaan besar, atau posisi yang memiliki banyak kandidat. Sementara itu, portofolio harus menunjukkan kemampuan nyata dalam kreatif, teknologi, komunikasi, dan proyek.
Mengumpulkan pengalaman dan hasil karya sejak kuliah adalah cara yang paling aman bagi mahasiswa baru untuk mempertahankan IPK yang stabil. Portofolio dapat berasal dari pekerjaan sekolah, magang, organisasi, kompetisi, sukarela, atau proyek pribadi.
Baca Juga: Titik Panas Melonjak di Kediri Sekitarnya: Nganjuk Jadi Wilayah Terbanyak, Begini Dampaknya Menurut BMKG
Pada akhirnya, portofolio dapat menunjukkan apakah kandidat mampu menerapkan pengetahuannya dalam pekerjaan nyata, sedangkan IPK dapat membantu mereka melalui tahap administrasi.
Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri