KEDIRI, JP Radar Kediri – Kiprah lembaga pendidikan asal Kampung Inggris Pare kian moncer di kancah nasional. Kali ini, Global English, salah satu lembaga kursus terkemuka di Pare, resmi digandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk menelurkan generasi muda yang go international.
Lewat program bertajuk “Dari Banua untuk Dunia, Belajar Inggris Barataan”, para tutor andalan dari Pare diboyong langsung ke Kalimantan Selatan untuk menggembleng puluhan pemuda setempat.
Rangkaian kelas tatap muka ini resmi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, pada Kamis (16/7). Rencananya, sesi belajar intensif ini akan berjalan rutin hingga awal September 2026 mendatang.
Baca Juga: Kecamatan Pare Mulai Siapkan Peringatan HUT Ke-81 RI, Gerak Jalan Dijadwalkan 22 Agustus
Menariknya, bagi peserta dengan performa terbaik, Pemkot Banjarmasin bakal memberangkatkan mereka langsung ke pusatnya: Kampung Inggris Pare, Kediri, untuk merasakan atmosfer belajar yang lebih menantang.
Program strategis ini menjadi kado spesial dalam agenda panjang peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin (1526–2026).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi kotanya. Berbeda dengan daerah lain di Kalimantan yang kaya akan tambang, Banjarmasin harus memutar otak untuk bertumpu pada sektor lain. “Banjarmasin ini tidak punya sumber daya alam, tapi kita punya sumber daya manusia yang bisa diandalkan,” tegas Ananda dalam sambutannya.
Menurutnya, penguasaan skill—salah satunya bahasa asing—adalah kunci utama. Jika anak muda sudah memiliki kompetensi yang mumpuni, daya tawar mereka di dunia kerja akan otomatis melesat. "Kalau generasi muda kita sudah punya skill, nanti bukan mereka yang mencari pekerjaan, tapi pekerjaan yang akan mencari mereka,” imbuhnya optimistis.
Baca Juga: Jalur Kunjang hingga Soekarno-Hatta Pare Masih Jadi Perhatian Satlantas, Rawan Balap Liar
Membawa atmosfer belajar khas Pare ke luar Jawa tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi Global English yang sudah mengantongi pengalaman hampir dua dekade mengembangkan metode belajar komunikatif, hal ini justru menjadi misi penting untuk memeratakan kualitas pendidikan.
Co-founder Global English, Agus Tri Winarso, yang hadir langsung dalam pembukaan tersebut, mengungkapkan bahwa bahasa Inggris bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan primer di era global. “Bahasa Inggris itu jendela ilmu pengetahuan. Modal ini yang bisa membuka jalan ke pekerjaan yang layak dan pendidikan yang lebih tinggi,” kata Agus.
Lebih lanjut, Agus menaruh harapan besar agar virus literasi bahasa ini tidak berhenti di dalam kelas saja. Ia membayangkan dampak jangka panjang dari kolaborasi ini bagi ruang publik di Banjarmasin. “Nantinya akan tumbuh komunitas-komunitas bahasa Inggris. Taman-taman kota di Banjarmasin bisa lebih hidup karena itu,” pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah