JP Radar Kediri– Pemetaan kondisi kesehatan jadi perhatian utama di awal rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kabupaten Kediri. Seperti kemarin (16/7), siswa mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Hasilnya akan digunakan sebagai dasar pembinaan kesehatan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah berasrama.
Termasuk memetakan kondisi kesehatan sebagai antisipasi penyakit menular.
“CKG ini bukan untuk menyeleksi, tetapi mengetahui peta kesehatan anak-anak. Hasilnya nanti menjadi dasar pembinaan mereka selama di sekolah,” ujar Kepala SR Terintegrasi I Kabupaten Kediri Fadeli.
Sebelum skrining kesehatan, siswa mengikuti tes kebugaran pada pagi hari.
Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia siswa.
Anak yang dinilai tidak memungkinkan berlari hanya diminta berjalan. Sedangkan siswa SD kelas 1 hingga 3 tidak diwajibkan mengikuti tes lari, tetapi tetap menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan itu mencakup kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan fisik lainnya. Temuan dari pemeriksaan akan ditindaklanjuti melalui pembinaan kesehatan.
Termasuk jika ditemukan siswa yang mengidap penyakit menular, sekolah akan melakukan karantina hingga siswa dinyatakan sembuh.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk membatalkan status siswa di SR.
“Kalau ada penyakit menular ya dikarantina sampai sembuh, setelah itu tetap bergabung lagi. Tidak boleh dijadikan dasar menolak siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro menjelaskan, CKG merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun, termasuk di awal tahun ajaran baru.
Pemeriksaan diawali dengan tes kebugaran sejauh 1,4 kilometer untuk jenjang yang memenuhi syarat, kemudian dilanjutkan skrining kesehatan.
Di tengah musim kemarau, menurutnya potensi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) perlu diwaspadai.
Apalagi masih ada pembangunan yang berjalan di kompleks Sekolah Rakyat. Debu yang beterbangan juga berpotensi memicu gangguan kesehatan.
“Kami mengimbau anak-anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta menggunakan masker bila diperlukan agar terhindar dari ISPA maupun penyakit alergi yang banyak muncul saat musim kemarau,” pesannya.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri