JP Radar Kediri-Hingga pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kediri atau SR Kabupaten Kediri masih belum selesai.
Akibatnya, siswa SD di sekolah yang dikelola Pusat itu harus mengungsi ke asrama SMP.
Kepala SR Terintegrasi I Kediri Fadeli membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini menurutnya pembangunan gedung SR baru mencapai sekitar 95 persen. “Asrama untuk siswa SD belum 100 persen,” aku Fadeli.
Padahal, siswa baru sudah mulai masuk asrama sejak Senin (13/7) lalu.
Karenanya, menurut Fadeli untuk sementara siswa SD menempati kamar di asrama SMP yang masih kosong.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Mulai Difungsikan, Nindya Karya Tumbuhkan Harapan Cetak Generasi Unggul
Lebih jauh Fadeli mengatakan, di tahun pertama operasional, asrama SMP hanya ditempati siswa kelas VII saja.
Sehingga, masih banyak kamar yang bisa dimanfaatkan untuk anak-anak.
Meski pembangunan asrama SD belum selesai, pria yang sebelumnya menjabat kepala bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ini memastikan pembelajaran anak-anak tidak akan terganggu. Sebab, kelas untuk pembelajaran sudah selesai.
Untuk diketahui, selain masalah asrama, pengelola SR Terintegrasi 1 Kediri juga dihadapkan pada minimnya jumlah siswa baru jenjang SD.
Untuk mengisi pagu yang kosong, kuota dialihkan ke jenjang SMP dan SMA.
"SD itu memang sulit karena anak-anak harus masuk asrama. Karena tidak terpenuhi, akhirnya satu kelas dialihkan ke SMP dan satu kelas ke SMA," terang Fadeli.
Dari jumlah 249 siswa di SR, hanya 24 anak yang merupakan siswa SD.
Adapun SMP dan SMA masing-masing 118 dan 107 anak. Khusus untuk 24 siswa SD, pihak sekolah juga harus menyesuaikan pembelajaran dengan jenjangnya.
Sebab, tidak semuanya merupakan siswa baru. Melainkan ada yang kelas 1, 2, 4, dan 5.
Rencananya, puluhan anak itu akan dibagi menjadi tiga kelompok belajar.
Sehingga proses pembelajaran bisa lebih efektif. “Rencana saya jadikan tiga kelas karena usianya kan bermacam-macam,” bebernya.
Sementara itu, di SR Terintegrasi II Kediri atau SR Kota Kediri, pembelajaran tidak hanya diikuti oleh siswa baru saja.
Melainkan ada belasan anak Kota Kediri yang tahun lalu dititipkan ke SR Kota Batu yang akan pulang ke daerahnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, sebanyak 17 anak Kota Kediri akan pulang ke Kota Kediri 31 Juli nanti.
“Nanti mereka akan bergabung dengan 30 siswa dari SR Mojokerto yang juga dititipkan di SR Kota Kediri tahun ini,” ungkap Imam.
Untuk diketahui, di tahun ajaran baru 2026/2027 ada 192 siswa yang terdaftar di SR Kota Kediri.
Rinciannya, 25 siswa jenjang SD, 83 siswa jenjang SMP, serta 84 siswa jenjang SMA. Di luar itu, SR Kota Kediri juga mendapat titipan 30 siswa dari SRMP Kabupaten Mojokerto.
Meski MPLS sudah berlangsung tiga hari, dinas sosial masih bisa menerima siswa baru. Sebab, target 270 anak dari Kementerian Sosial (Kemensos) masih belum terpenuhi.
Dalam penjangkauan terakhir, menurut Imam ada 12 anak yang terjaring. Tidak menutup kemungkinan dalam beberapa hari ke depan masih ada penambahan siswa baru.
“MPLS masih akan berlangsung dalam dua pekan ke depan,” beber Imam.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri