Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nasib 10 SDN Kota Kediri di Ujung Tanduk, Pendaftar Tak Sampai Sepuluh, Terancam Dimerger Tahun Ini

Ayu Ismawati • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi SD negeri yang kekurangan siswa.
Ilustrasi SD negeri yang kekurangan siswa.

JP Radar Kediri-Nasib 10 SD negeri di Kota Kediri di ujung tanduk.

Dengan jumlah siswa yang kurang dari sepuluh anak, mereka tak hanya harus menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan jumlah siswa baru yang terbatas.

Melainkan juga terancam dimerger atau digabung. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, sedikitnya ada 10 SD negeri yang jumlah siswa barunya di sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini kurang dari 10 anak.

Bahkan ada yang hanya mendapat enam siswa baru.

Baca Juga: SDN di Puncu Nol Pendaftar, 15 SD di Kabupaten Kediri Kekurangan Murid

“Ada yang dapat tujuh siswa, ada juga yang delapan. Ada yang baru mendapat 10 siswa. Kalau saya hitung, yang siswanya kurang dari 10 itu ada 10 sekolahan,” ungkapnya.

Sayang, pria yang akrab disapa Anton itu enggan membeberkan detail sekolah yang mendapat siswa minim itu.

Meski jumlah siswa sedikit, menurutnya kegiatan belajar mengajar—termasuk MPLS di awal tahun ajaran baru ini—tetap berjalan normal.

“Tetap pembelajaran ini. Tapi nanti akan kami evaluasi apakah perlu sekolah atau siswa tersebut dimerger atau digabungkan ke sekolah yang lain untuk efektivitas pembelajaran,” terang Anton. 

Baca Juga: Puluhan Siswa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Ikut KKA 2026, Pendaftaran Kolektif Otomatis Dapat Diskon Progresif

Wacara merger beberapa SD negeri itu memang sudah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir.

Sebelum merealisasikan hal tersebut, dinas pendidikan masih melakukan kajian.

Anton menegaskan, opsi merger itu dilakukan agar pembelajaran lebih efektif.

“Karena gurunya juga kasihan, dalam pembelajaran akan kurang maksimal. Meskipun tetap dapat gaji dan tunjangan, tapi kalau soal semangat belajarnya kan tetap beda (dengan siswa yang sedikit, Red),” sambungnya. 

Mengapa pendaftar di sejumlah SD negeri terus tergerus? Menurut Anton minimnya pendaftar bukan karena letak sekolah ada di pinggiran kota.

Baca Juga: Ribuan Siswa Harus Cari SMP Swasta, Pendaftaran Jalur Terakhir SPMB SMP Kota Kediri Dibuka 7 Juli!

Melainkan, sejak beberapa tahun terakhir tren penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah tersebut memang terus rendah.

“Jadi di tahun sebelumnya mereka mendapat siswa sedikit. Akhirnya tahun ini juga sedikit,” beber Anton.

Karenanya, sekolah-sekolah yang langganan mendapat siswa sedikit itu akan dievaluasi.

Selebihnya, meski siswa baru sudah mengikuti MPLS, 10 sekolah dengan siswa minim itu tetap bisa menerima siswa baru. Termasuk pendaftar dari luar Kota Kediri.

“Karena mungkin anak-anak Kota Kediri sudah banyak yang masuk sekolah, kemudian ada sekolah-sekolah swasta juga. Maka siapapun yang ingin ke sekolah-sekolah yang masih punya kuota ini, masih dipersilakan,” tandasnya.

Baca Juga: Adu Nilai di Jalur Prestasi Akademik SMK, Siswa Rebutan 1.123 Bangku SMK Negeri Kota Kediri di Tahap Terakhir SPMB SMA/SMK

Pengisian siswa itu setidaknya masih bisa berjalan hingga cut-off data pokok pendidikan (dapodik). Batas akhir ditetapkan pada 30 Agustus mendatang. 

Selebihnya, Anton menargetkan merger SD negeri bisa dilakukan tahun ini. Kebijakan tersebut mempertimbangkan hasil kajian dan evaluasi yang sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir. 

Dia menegaskan, penggabungan sekolah dilakukan untuk menyesuaikan dengan potensi siswa baru di sekitar sekolah. Demikian juga efektivitas pembelajaran siswa.

Baca Juga: Ini Alasan Pemkab Kediri Lakukan Merger 40 Sekolah yang Kekurangan Murid

“Bisa jadi di sekitar sekolah itu, warganya memang tidak ingin ke sekolah tersebut. Karena pengalaman dulu seperti di SD Pakelan yang sudah dimerger, di sana hanya ada satu SD negeri itu. Tapi memang kebanyakan warganya memilih di sekolah swasta. Contohnya seperti itu,” terang Anton.

Selebihnya, penggabungan sekolah juga dipicu jarak antar-sekolah yang terlalu berdekatan. Pembahasan rencana merger ini akan mempertimbangkan dampaknya bagi para guru dan tenaga kependidikan. 

“Banyak hal yang nanti akan kami lihat sebelum melakukan merger. Gambaran kasar kami, merger itu bisa dilakukan di sekolah yang berada di satu kompleks dengan sekolah lain. Kemungkinan malah seperti itu,” tandasnya. (ais/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
Dinas Pendidikan Kota Kediri sd negeri spmb merger mpls