Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SDN di Puncu Nol Pendaftar, 15 SD di Kabupaten Kediri Kekurangan Murid

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:30 WIB
SATU-SATUNYA: Sukamto, guru SDN Bedug, Ngadiluwih berbincang dengan siswa baru yang mengikuti MPLS kemarin. Agar dia tidak merasa sendiri, sekolah melibatkan siswa kelas 2. (Foto: Wahyu Adji)
SATU-SATUNYA: Sukamto, guru SDN Bedug, Ngadiluwih berbincang dengan siswa baru yang mengikuti MPLS kemarin. Agar dia tidak merasa sendiri, sekolah melibatkan siswa kelas 2. (Foto: Wahyu Adji)

JP Radar Kediri –Belasan sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Kediri terancam dimerger atau digabung dengan sekolah lain.

Pasalnya, hingga dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), ada 15 sekolah yang jumlah siswa barunya kurang dari lima.

Bahkan, satu di antaranya tidak mendapat murid alias nol pendaftar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, di Kabupaten Kediri total ada 571 SD negeri. Dari jumlah tersebut, jumlah siswa baru yang didapat 15 sekolah hanya satu, dua, hingga empat siswa (selengkapnya lihat grafis).

Seperti di SDN Bedug, Ngadiluwih yang di tahun ajaran 2026/2027 ini hanya mendapat dua siswa.

Baca Juga: Ini Alasan Pemkab Kediri Lakukan Merger 40 Sekolah yang Kekurangan Murid

“Awalnya satu siswa, kemudian ada tambahan. Tapi itu satu siswa tidak punya akta dan KIA. Jadi yang tercatat di dapodik hanya satu siswa saja,” kata Sukamto, guru kelas II di SDN Bedug.

Terkait jumlah siswa yang minim, menurut Sukamto ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya.

Selain jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) yang sedikit, mayoritas orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah berbasis agama. Ada pula anak yang sekolah di dekat tempat kerja orang tuanya.

“Di Desa Bedug juga basisnya agama, jadi banyak yang menyekolahkan anaknya ke sekolah agama. Banyak juga warga yang merupakan guru sekolah agama,” lanjut Sukamto.

Baca Juga: Wali Kota dan Bupati Cek Pelaksanaan MPLS! Vinanda Datang ke Sekolah Rakyat, Dhito ke SMPN 2 Ngasem

Kepala SDN Bedug Siti Aminah Dien Afrina menambahkan, sebenarnya pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat.

Mulai sosialisasi ke TK dengan membawa alat tulis dan susu, mereka juga mendatangi rumah calon siswa secara door to door.

Bahkan sekolah juga pernah menggelar gebyar seni dan aktif mengikuti berbagai kegiatan di tingkat kecamatan. Namun, hal tersebut agaknya belum bisa mendongkrak jumlah pendaftar secara signifikan.

“Kami juga mengupayakan ada insentif dari sekolah. Mulai dari pemberian seragam gratis dan tabungan. Sebenarnya usaha sudah maksimal, tetapi hasilnya masih seperti ini,” ungkap Siti.

Sementara itu, jika SDN Bedug Ngadiluwih masih mendapat dua siswa, hasil SPMB di SDN Gadungan 2, Puncu lebih memprihatinkan lagi. Sekolah di lereng Gunung Kelud ini sama sekali tidak mendapat siswa alias nol pendaftar.

Baca Juga: Pemkab Kebut Akses Jalan Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Target Rampung Sebelum MPLS

“Tidak ada yang mendaftar,” aku Nur Edy, plt Kepala SDN Gadungan 2.

Menurut Edy sekolahnya kesulitan mendapat siswa karena jarak SD negeri di sana yang terlalu dekat. Dia mencontohkan, jarak SDN Gadungan 2 dengan SDN Gadungan 1 dan SDN Gadungan 4 yang hanya kurang dari satu kilometer.

“Kalau di kota gitu penduduknya banyak. Jadi kalau sekolah berdekatan tidak masalah. Ini di Puncu,” tuturnya.

Selain jumlah siswa yang minim, Edy menuturkan jika jumlah guru di sana hanya tiga. Yakni hanya ada satu guru agama, satu guru umum, dan satu guru kelas.

Ditambah Edy, hanya ada empat guru yang harus merangkap mengajar enam kelas.

“Untuk guru kelas ya memang ngrangkep-ngrangkep,” terang pria yang secara definitif menjabat kepala SDN Gadungan 3 itu.

Dengan terus minimnya jumlah siswa, Edy berharap pemerintah melakukan penanganan khusus. Selain dari dinas pendidikan, pemerintah desa (pemdes) dan kecamatan diharapkan ikut turun tangan.

Baca Juga: Puluhan Siswa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Ikut KKA 2026, Pendaftaran Kolektif Otomatis Dapat Diskon Progresif

“Kalau memang (SDN Gadungan 2) ingin ditiadakan, maka sekalian dimerger. Itu bisa dilakukan karena memang antara sekolah satu dengan yang lain ini masih dekat,” jelasnya.

Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Inul Dwi Astuti yang dihubungi terpisah mengatakan, meski ada belasan sekolah yang hanya mendapat siswa minim, layanan pendidikan akan tetap sama seperti sekolah lainnya.

“Tidak dibedakan, tetap akan mendapatkan layanan yang sama,” paparnya.

Dengan banyaknya sekolah yang jumlah muridnya sedikit, diakui Inul hal tersebut akan jadi bahan evaluasi. Setelah MPLS selesai, disdik akan membahasnya secara khusus untuk mencari solusi.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
dinas pendidikan kabupaten kediri sd merger mpls