KEDIRI, JP Radar Kediri–Hari pertama pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Kabupaten Kediri jalur domisili dan mutasi kemarin (15/6), sejumlah sekolah favorit diserbu calon peserta didik.
Bahkan, banyak yang sengaja datang sebelum sekolah buka untuk ambil nomor antrean verifikasi berkas.
Seperti di SMPN 1 Ngasem. Sejak pagi, halaman sekolah dipadati calon siswa dan orang tua yang melakukan verifikasi berkas. Sebagian di antaranya bahkan sudah datang sebelum pukul 06.00.
Didik Jatmiko, 43, warga Desa Ngasem yang tiba di sekolah pukul 06.00 sempat berpikir akan mendapat antrean awal.
Sebab, dia dan putrinya sudah ada di sekolah sebelum gedung dibuka. “Ternyata saya dapat antrean nomor 85. Sudah banyak yang datang ke sekolah,” katanya sambil tertawa.
Seperti halnya Didik, puluhan siswa tersebut rela antre di sana sebelum gerbang sekolah dibuka.
Dia sengaja datang ke sekolah lebih awal agar bisa segera mendaftar di jalur domisili.
Baca Juga: SPMB Jatim 2026 Resmi Dibuka: Kuota Jalur Domisili SMA/SMK Ditetapkan, Begini Aturan Terbarunya
Dengan jarak rumah sekitar 1,3 kilometer, Didik berharap putrinya bisa diterima di SMPN 1 Ngasem. “Mudah-mudahan bisa diterima. Kakaknya dulu juga masuk sini,” ungkapnya.
Untuk diketahui, kemarin Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin memantau langsung SPMB jalur domisili dan mutasi.
Dia berbaur bersama para pendaftar untuk menggali kendala yang dihadapi pendaftar.
Pria yang akrab disapa Muhsin itu membenarkan tingginya animo masyarakat di hari pertama pendaftaran jalur domisili dan mutasi.
Saat tiba di lokasi pukul 07.45, dia mendapati antrean sudah lebih dari 100 orang.
“Saya cek tadi (16/6) nomor antrean yang dilayani sudah sampai 150. Memang hari pertama biasanya menjadi puncak antrean,” ungkapnya.
Meski banyak yang melakukan verifikasi berkas, menurut Muhsin kemarin relatif lancar.
Namun, ada warga yang meninggalkan lokasi setelah ambil antrean. Hal tersebut membuat tidak tertib.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Awasi Penerimaan Siswa Baru: Tuntut SPMB Objektif dan Transparan
“Saat yang bersangkutan datang lagi dikiranya menyerobot. Padahal memang sebelumnya sempat dipanggil,” beber Muhsin mencontohkan salah satu masalah.
Untuk diketahui, selain SMPN 1 Ngasem, Dinas Pendidikan mencatat sedikitnya ada enam sekolah yang masih menjadi tujuan favorit masyarakat.
Yaitu, SMPN 2 Pare, SMPN 1 Gurah, SMPN 1 Ngadiluwih, SMPN 1 Plemahan, dan SMPN 1 Wates.
Muhsin mengimbau masyarakat tidak terpaku pada sekolah favorit. Sebab, seluruh sekolah di Kabupaten Kediri memiliki kualitas yang sama.
Dia meminta masyarakat memilih sekolah yang terdekat agar peluangnya diterima lebih besar.
“Silakan memanfaatkan pilihan sekolah yang tersedia. Jangan hanya fokus pada sekolah yang dianggap favorit, tetapi pertimbangkan juga peluang diterima,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ngasem M. Ishomuddin menyebut hari pertama jalur domisili dan mutasi kemarin berlangsung lebih lancar dibanding tahap sebelumnya.
Baca Juga: Banyak Ortu Bingung Daftar SPMB Online, Begini yang Dilakukan Sekolahan
Sebab, orang tua sudah mulai memahami alur pendaftaran setelah mengikuti proses pada jalur afirmasi dan prestasi.
Meski demikian, dia mengakui jika persoalan nomor antrean masih menjadi perhatian panitia.
Sebab masih ada pendaftar yang mengambil nomor sejak pagi kemudian meninggalkan lokasi sehingga saat dipanggil tidak berada di tempat.
“Jadi ketika yang bersangkutan tidak ada kami lewati. Namun setelahnya kami kembali panggil nomor antrean yang belum hadir,” beber guru agama itu.
Untuk diketahui, di tahun ajaran 2026/2027, SMPN 1 Ngasem memiliki kuota total 320 siswa dengan 10 rombongan belajar. Rinciannya, jalur domisili 40 persen atau 128 kursi, afirmasi 64 kursi, prestasi 112 kursi, dan mutasi 16 kursi.
Ishomuddin menyebut, minat masyarakat mendaftar ke SMPN 1 Ngasem tahun ini meningkat.
Salah satu faktor yang mengakibatkan peningkatan, menurut Ishom adalah jadwal pendaftaran jalur domosisli sekolah di Kota Kediri yang baru akan berlangsung Juli nanti.
Editor : Mahfud