Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Himalaya Azzahra • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:52 WIB

 

Tim juru Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026 melakukan penilaian di KB Huda Kepung yang menggelar bazar karya dari barang bekas. (Himalaya Azzahra / JPRK)
Tim juru Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026 melakukan penilaian di KB Huda Kepung yang menggelar bazar karya dari barang bekas. (Himalaya Azzahra / JPRK)

 
KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sejumlah sekolah di Kabupaten Kediri menggelar kegiatan pelepasan siswa dengan konsep sederhana namun bermakna melalui aksi sosial, kepedulian lingkungan, dan dukungan terhadap anak tidak sekolah (ATS).

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026 yang mengedepankan nilai gotong royong, empati, dan pendidikan karakter.

Di KB Sabilil Huda Kepung, kegiatan pelepasan siswa dikemas melalui bazar hasil karya anak dan orang tua yang memanfaatkan sampah bekas menjadi barang bernilai ekonomi.

Beragam produk seperti vas bunga dari plastik bekas hingga aksesori sederhana dijual dengan harga mulai Rp2.000 hingga Rp10.000. Seluruh hasil penjualan bazar didonasikan untuk santunan anak yatim.

Baca Juga: 16 Perguruan Tinggi Siap Beri 209 Beasiswa Untuk Warga Kota Kediri, Wali Kota Vinanda Sahkan Perjanjian Kerja Sama Pendidikan

Selain bazar, sekolah juga menggelar pembagian doorprize yang berasal dari sumbangan wali murid melalui permainan tarik tali cabut hadiah. Kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini melalui pemanfaatan sampah menjadi karya kreatif yang bermanfaat.

“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa barang bekas masih bisa bernilai dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk membantu sesama,” ujar indah selaku guru di KB Sabilil Huda Kepung

Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program lanjutan berupa infak harian yang selama ini digunakan untuk membantu keluarga kurang mampu dan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.

Sementara itu, SMPN 1 Pare menaruh perhatian pada persoalan anak tidak sekolah dan anak yang berpotensi putus sekolah.

Melalui pendekatan guru kelas dan guru bimbingan konseling, sekolah berupaya melakukan pendampingan serta mencarikan solusi pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Baca Juga: Lipsus (1) Derita Bahasa Jawa, ketika Riuh Keinginan Memasukkan Bahasa Prancis dalam Kurikulum Pendidikan

Pada momentum pelepasan siswa tahun ini, SMPN 1 Pare meluncurkan gerakan SAHABAT (Sinergi Anak Hebat Aksi Bantu Anak Tidak Sekolah).

Melalui program tersebut, siswa kelas IX yang lulus diajak mengumpulkan buku, seragam layak pakai, maupun donasi untuk membantu anak-anak yang putus sekolah.

Program ini juga melibatkan alumni serta gerakan penghijauan sekolah dengan konsep satu siswa satu tanaman.

Di sisi lain, TK ABA II Puncu menyelenggarakan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah pada 22 Juni 2026 yang melibatkan siswa, guru, dan wali murid.

Selanjutnya pada 23 Juni dilakukan bakti sosial berupa pembagian 35 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, lansia, dan janda di sekitar Dusun Sukomoro.

Puncak kegiatan berlangsung pada 24 Juni melalui acara Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya yang diisi penampilan seni siswa, penyerahan surat kelulusan, pengumpulan seragam layak pakai, prosesi perpisahan, serta pembagian sertifikat dan rapor sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik.

Sedangkan SDN Darungan 1 menggelar pelepasan siswa melalui pentas seni yang menampilkan kreativitas peserta didik. Kegiatan tersebut juga disertai penyerahan bantuan sosial kepada siswa kurang mampu serta doa bersama lintas agama sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.

Sementara itu, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dudik Yulianto, yang turut mendampingi proses penjurian pada hari kedua, mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan sekolah dalam mengemas kegiatan pelepasan siswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter yang menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia berharap program-program yang dijalankan sekolah mampu mendukung berbagai program prioritas Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, termasuk upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS), sehingga semakin banyak anak yang dapat memperoleh akses pendidikan yang layak.

Baca Juga: Kejari Kota Kediri Terima Pelimpahan Penyelundup Sabu-Sabu

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada siswa. Kami juga berharap program-program kreatif yang dilakukan sekolah dapat mendukung upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dalam menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta memperkuat budaya gotong royong di lingkungan pendidikan,” kata Dudik Yulianto.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #ATS #dinas pendidikan #2026 #pelepasan siswa