KEDIRI, JP Radar Kediri–Jika sekolah di daerah perkotaan dibanjiri pendaftar, sekolah di pelosok Kabupaten Kediri agaknya akan kesulitan untuk memenuhi pagu mereka.
Hingga hari kedua pendaftaran kemarin (9/6), ada sejumlah sekolah yang pendaftarnya kurang dari sepuluh.
Seperti di SDN Parang 4, hingga hari kedua pendaftaran hanya ada delapan siswa yang mendaftar.
Itu pun masih belum mengembalikan formulir pendaftaran. Rencananya formulir akan dikembalikan pekan depan.
Terkait hasil itu, Kepala SDN Parang 4 Sugeng Hariyadi mengakui jika dalam beberapa tahun terakhir jumlah siswa di sekolahnya minim.
"Sudah sekitar tiga sampai empat tahun ini, jumlah siswa baru hanya berkisar antara 10-15 anak. Pernah sampai 17 siswa tetapi hanya sekali,” katanya.
Minimnya jumlah pendaftar, menurut Sugeng juga karena faktor lokasi sekolah. SDN Parang 4 memang ada di lereng Gunung Wilis dan tempatnya terpencil. Karenanya, cakupan siswa terbatas hanya di dusun sekitar.
Dia berharap dengan aturan sistem penerimaan murid baru (SPMB) terbaru, sekolah terpencil bisa mendapat limpahan siswa. Sebab, pagu atau rombongan belajar (rombel) di sekolah favorit dibatasi.
"Dengan sistem seperti sekarang ini, sekolah yang kuotanya sudah penuh harus menutup penerimaan. Anak-anak yang domisilinya lebih dekat dengan sekolah lain akhirnya akan terserap ke sekolah terdekat," lanjutnya.
Tak hanya SD di lereng Wilis, SMP pun bernasib sama. Seperti SMPN 2 Satu Atap (Satap) Banyakan. Hingga hari kedua kemarin, jumlah pendaftarnya baru 18 siswa. Padahal, di sana ada satu rombel dengan pagu 32 siswa.
Admin SPMB SMPN 2 Satap Banyakan Ahmad Muntholib menyebut, meski baru ada 18 pendaftar namun hasil tersebut sudah lebih baik dibanding tahun 2025 lalu. Sebab, tahun lalu mereka hanya mendapat 15 siswa.
"Alhamdulillah tahun ini baru gelombang pertama sudah dapat 18 pendaftar. Padahal belum sampai tahap kedua, semoga kuotanya nanti bisa penuh," harapnya.
Agar pagu sekolahnya bisa penuh, Ahmad menyebut pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menambah program keagamaan berupa pembelajaran kitab fikih dan akhlak.
Selebihnya mereka juga menyebarkan flyer pendaftaran melalui media sosial.
Baca Juga: Wabup: SPMB Harus Bebas Titipan, Data Tidak Sinkron Langsung Ditolak oleh Sistem, Ini Alasannya!
Tidak hanya itu, tim sekolah juga turun langsung ke SD dan MI sekitar. “Guru, siswa, komite sekolah, serta alumni juga dilibatkan untuk membantu promosi kepada masyarakat,” jelasnya.
Terpisah, SMPN 3 Grogol yang lokasinya sama-sama di barat sungai namun lokasinya di dataran, bisa mendapat siswa yang lebih banyak. Dengan pagu lima rombel atau 160 siswa, total pendaftarnya sudah mencapai 95 anak.
Waka Humas SMPN 3 Grogol Riyos Aldi Juniawan mengatakan, puluhan pendaftar itu terdiri dari 67 pendaftar jalur prestasi dan 28 pendaftar jalur afirmasi. Dia berharap dalam beberapa hari ke depan jumlah pendaftar masih terus bertambah.
Editor : Andhika Attar Anindita