Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Pare Menuju Dunia: Kisah di Balik "Kawah Candradimuka" Pemburu Beasiswa di Global English

Anwar Bahar Basalamah • Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:00 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Bagi banyak orang, mimpi menginjakkan kaki di universitas top dunia seperti University of Melbourne atau St Andrews di Inggris mungkin terasa seperti angan-angan yang jauh.

Namun, di sebuah sudut di Pare, Kediri, mimpi-mimpi besar tersebut sedang "dimasak" dengan sangat serius melalui program Scholarship Camp (SC) oleh Global English.

​Bukan sekadar tempat kursus bahasa, SC telah menjelma menjadi kawah candradimuka yang menempa karakter dan strategi para pemburu beasiswa internasional.

Photo
Photo

Lebih dari Sekadar Skor IELTS
​Apa yang membuat program ini berbeda? Bagi para alumninya, jawabannya bukan hanya soal teknis bahasa Inggris. Nur Rahmayani, alumni yang kini menempuh studi di Monash University lewat beasiswa LPDP, menyebut program ini sebagai titik balik.

​"Scholarship Camp membekali saya dengan keterampilan esensial—dari bahasa Inggris akademik hingga penulisan esai. Tapi lebih dari itu, lingkungan kompetitif yang positif di sini terus memotivasi saya untuk belajar lebih banyak lagi," ungkap Nur.

​Senada dengan Nur, Izzat, alumni angkatan ke-6 yang kini menempuh studi di Australia lewat Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), menekankan pentingnya persiapan mental.

Photo
Photo

Baginya, sesi "bedah berkas" dan simulasi wawancara yang intensif adalah kunci. Kedisiplinan di kawasan English Area tidak hanya mengasah lidah, tapi juga membentuk kemandirian.

Jejak Global di Berbagai Benua
​Keberhasilan kurikulum SC terbukti dari "peta" persebaran alumninya yang kini melintasi batas-batas negara:
​Eropa: Haidir Algi Gaffar Faridha yang meraih beasiswa bergengsi Chevening di University of St Andrews, Inggris, serta Fauziah Ridwan yang menembus universitas di Belgia (KU Leuven & VUB).

Photo
Photo

​Australia: Cecep Bryan dan Shofroul Lailiyah yang kini menimba ilmu di The University of Melbourne dan Monash University.
​Asia: Khusna Ainul Mardliyah yang meluncur ke Jepang via beasiswa MEXT, serta Sendika Harrista yang mengejar prestasi di Thammasat University, Thailand.

Menuju Indonesia Emas 2045
​Program Scholarship Camp ini bukan tanpa visi besar. Menurut Agus Tri Winarso, Co-Founder Global English Pare, program beasiswa ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap visi Indonesia Emas 2045.

​"Kami ingin mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga siap bersaing dan memiliki karakter kuat di kancah internasional," ujar Agus.

​Di tengah ketatnya persaingan global, keberadaan komunitas seperti Scholarship Camp membuktikan bahwa dengan bimbingan strategis dan ekosistem yang tepat, anak muda Indonesia mampu bersinar di kampus-kampus terbaik dunia.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#global english #English School Pare