Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satu Dekade Dedikasi Drs. Nursalim, M.Pd.I. : Goresan Bhakti, Jejak Abadi sang Pelita Madrasah

Syaikhu Aliya Rahman • Selasa, 3 Maret 2026 | 12:42 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, Radar Kediri – Sebuah peristiwa yang tak lazim terjadi untuk seorang kepala madrasah dalam mengakhiri tugasnya. Berbagai acara meriah dimulai sejak pagi, mulai senam bersama, sambutan wakil siswa yang penuh haru dan kata pamitan dari sang kepala madrasah. Acara terasa mengharu saat Nursalim dan istri keluar dari tempat acara ceremony.

Pelepasan dari Pak Facris sebagai perwakilan guru, tebaran melati merebak mewangi, “pedang pora” serta penghormatan Pasukan Pramuka mengiringi Sang Kepala Idola menaiki kereta berkuda yang telah dihias sangat cantik oleh para siswa. Ratusan iswa dan guru mengantarkan sang idola beserta istri tercinta  menuju rumah tinggal di Jl. Masjid Al Huda. Inilah akhir perjalan panjang sosok Nursalim yang telah mengabdi selama 40 tahun (1986-2026) untuk mencerdaskan anak bangsa.

Perjalanan Nursalim di MAN 2 Kota Kediri selama satu dekade adalah potret transformasi pendidikan yang nyata. Di bawah kepemimpinannya sejak 2017, madrasah yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto 58 ini tidak hanya sekadar sekolah agama, tetapi menjelma menjadi raksasa akademik di Tingkat Nasional.

Photo
Photo

Lompatan Kuantum: Ranking 1 Kediri Raya

Data tidak bisa berbohong. Di tangan Nursalim, MAN 2 Kota Kediri mencatatkan lompatan kuantum dalam indeks Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) atau Top 1000 SMA/MA/SMK se-Indonesia. Dari urutan 279, peringkat madrasah ini terus merangkak naik ke posisi 223, hingga menembus 151 besar nasional. Puncaknya pada tahun 2025, MAN 2 Kota Kediri menasbihkan diri sebagai sekolah/madrasah peringkat pertama di Kediri Raya, baik dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun SNBT.

"Alhamdulillah, kita bisa mengantarkan MAN 2 menjadi Madrasah Unggulan Akademik Nasional berkat berbagai capaian prestasi Akademik dan Risetnya. Alhamdulilah 90% lulusan kami diterima di PTN dan PTKIN dan kami juga dinobatkan menjadi Madrasah Riset Nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar Nursalim dengan nada syukur.

Tak hanya akademik, sisi non-akademik pun "meledak". Tahun 2025 saja, siswa-siswi MAN 2 memboyong 354 penghargaan baik di jenjang regional, Nasional dan Internasional. Keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan "karpet merah" sebagai implementasi servant leadership yang digelar Nursalim. Untuk siswa-siswa berpotensi dan berprestasi kami berikan pembinaan dan pembiayaan untuk mengikuti lomba. Tradisi Golden Ticket ke kampus-kampus favorit menjadi tradisi di madrash ini, antara lain UGM, ITS, UNAIR, UM dan berbagai kampus lain yang membuka jalur Golden Ticket.

Prestasi juga ditunjukan oleh guru dan tendik atas sentuhan tangan dingin Nursalim. Antara lain menjadi penulis soal Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) dengan jumlah terbanyak se-Indonesia, menjadi penulis Modul Pembelajaran, dan Juara 1 Laboran inspiratif Tingkat Nasional. Yang lebih membagakan lagi adalah kesempatan pembian ekstra Kesenian, Drs. Marzuki mendapatkan kehormatan tampil di depan Menteri Agama RI dan penjabat Kemenag Pusat pada puncak Hari Guru Nasional setelah beliau menjuarai Kompetisi Singer pada Kanwil Kemenag Jawa Timur. 

Photo
Photo

Revitalisasi Sarana Tembus Angka Rp 30 Miliar

Bicara legacy, Nursalim juga sukses melakukan "bedah wajah" madrasah. Dalam kurun waktu 9 tahun lebih, ia berhasil melakukan rekapitulasi investasi sarana prasarana mencapai angka fantastis, yakni Rp 30 miliar tanpa meninggalkan masalah.

Halaman depan yang dulu semprawut dan dipenuhi pedagang kaki lima dirubah dan ditata menjadi taman yang indah dan menjadi wajah depan yang menarik. Lahan-lahan yang dulunya kurang produktif juga disulap menjadi fasilitas kelas wahid. Mulai dari renovasi total masjid, gedung perkantoran, laboratorium komputer, asrama, hingga pembangunan aula monumental bernama SSC (Salim Sport Centre). "Prinsipnya, sarana tidak harus mewah, yang terpenting aman dan nyaman untuk belajar dan berlatih. Dengan pembinaan yang bagus dan sarana yang nyaman serta iklim madrasah yang baik anak-anak akan meraih presasti dengan mudah," imbuhnya.

FilosoSer Kepemimpinan “Melayani”

Apa rahasia suksesnya? Nursalim memandang madrasah baik fisik maupun personalnya sebagai lahan ibadah. Karenanya model kepemimpinan lebih melayani atau servant leadership, mendidik bukan menghardik, melihat murid dan guru dengan ainur rohmah, mahabbah fillah, selalu memberikan uswah dan mauidhoh hasanah. Sebuah kombinasi kepemimpinan modern dengan fondasi religious yang kuat.

Ia dikenal sebagai sosok yang demokratis namun tegas. Ia tak segan turun langsung mengecek kondisi toilet hingga hadir di tengah-tengah siswa saat kegiatan ekstrakurikuler. Cara bicaranya yang simpel, logis, dan inspiratif serta motivatif membuatnya sangat dicintai para muridnya hingga dijuluki Sang Mentor.

Bahkan, di tengah fenomena menurunnya kepercayaan orang tua terhadap institusi pendidikan, MAN 2 di bawah asuhan Nursalim justru banjir apresiasi. Di sini kepercayaan orang tua sangat tinggi. Pengelolaan keungan sangat bagus. MAN 2  selalu meraih IKPA Terbaik dari KPN Kediri untuk pengelolaan DIPA dan BOS dan secara periodik melaporkan kepada Komite Madrasah untuk pengelolaan sumbangan dari orang tua murid. Alhamdulillah anak-anak dan orang tua sangat senang berdasarkan survey kepuasan yang kami lakukan, ujar pria yang menlanjutkan pengabdianya sebagai Dosen di UIT Lirboyo Kediri ini selain menjadi Wakil Ketua Kwarcab dan Wakil Ketua YPI Al Huda Kota Kediri ini.

Photo
Photo

Selalu Memberikan Keteladanan

Kiprah Nursalim yang luar biasa juga diakui oleh publik dan media. Tidak hanya memerintah, membimbing dan memfasilitasi tetapi juga memberi contoh. Tercatat, ia telah mengoleksi sedikitnya tujuh penghargaan prestisius, di antaranya:

 * Satya Yasa Cundamani (2017, 2018, 2019)

 * Inspiring Figure Government and Education (2022)

 * A Leader with Excellent Reputation (2023)

 * Inspiring Figure with Growing Achievement (2024)

 * An Outstanding Figure in Sustainable Education (2025)

Nursalim juga tercatat sebagai ketua tim pengembang kurikulum madrasah dan Mentor Kepala Madrasah Kemenag Pusat. Kini, menjelang masa istirahatnya, Nursalim menitipkan pesan mendalam bagi penerusnya. Ia berharap tradisi kerja keras, sungguh-sungguh, ihlas dan berkualitas dan selalu membangun kebaikan dan selalu ada muhasabah agar Quality Asurance tetap dijaga.

“Kami menyadari sepenuhnya prestasi ini bukan kerja satu atau dua orang akan tetapi kerja bersama, tak cukup seorang superman tetapi yang dibutuhkan adalah super team. Kami hanya seorang “konduktor” dari sebuah kesuksesan tetapi yang lebih penting adalah kebersamaan dalam kebaikan dari seluruh warga madrasah,” ujar Nursalim, dengan penuh harap.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #man 2 kota kediri #Ceremony #madrasah #kepala madrasah