JP Radar Kediri- Pembelajaran bahasa asing saat ini tidak lagi terbatas pada buku pelajaran dan ruang kelas formal. Kehadiran media sosial membuka ruang baru yang menghadirkan bahasa secara lebih dinamis, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Perkembangan ini kemudian dimanfaatkan dalam penyusunan E-Modul Pengembangan Rubrik Lintas Budaya: Edukasi Bahasa Jerman Berbasis Human Interest di Media Sosial.
Baca Juga: Mulai Kondusif, Pembelajaran di Kota Kediri Kembali Tatap Muka
E-modul tersebut disusun sebagai luaran dari kegiatan magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jawa Pos Radar Kediri. Modul ini dirancang untuk menawarkan alternatif pembelajaran bahasa Jerman yang lebih fleksibel dan tidak kaku, sekaligus menumbuhkan kesadaran lintas budaya bagi siswa maupun pembelajar bahasa secara umum.
Pendekatan human interest landasan menjadi utama dalam modul pengembangan ini. Salah satu kisah yang diangkat adalah kisah Mirjeta, seorang anak multibahasa yang sempat viral di media sosial karena berparas bule tetapi mampu berbahasa Jawa dengan logat Kediri. Cerita tersebut dimanfaatkan sebagai titik awal untuk memahami keterkaitan antara bahasa, budaya, dan pembentukan identitas dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 5 Keuntungan dan Fakta Penting Mengapa Harus Belajar Bahasa Jerman
Melalui narasi tersebut, pembelajaran bahasa Jerman tidak hanya diarahkan pada penguasaan pemahaman dan struktur gramatikal, tetapi juga pada pemahaman pengalaman manusia di balik praktik berbahasa. Mahasiswa diajak menyadari bahwa bahasa berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus representasi nilai budaya, latar sosial, dan lingkungan tempat seseorang tumbuh.
Selain memuat materi bahasa Jerman tingkat dasar, e-modul ini juga menghadirkan perbandingan budaya antara Jawa dan Jerman/Swiss. Materi tersebut membantu pembelajar mengenali perbedaan pola komunikasi, kebiasaan sosial, serta nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat yang berbeda-beda. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap empati, keterbukaan, dan toleransi sepanjang budaya.
Sebagai bentuk evaluasi, modul ini dilengkapi dengan rubrik lintas budaya yang disusun secara terstruktur. Rubrik tersebut berfungsi untuk menilai pemahaman interkultural mahasiswa, mencakup aspek kebahasaan hingga kemampuan refleksi budaya. E-modul ini dapat diakses secara terbuka melalui tautan berikut:
Melalui pemanfaatan media sosial dan pendekatan berbasis kisah manusia, pembelajaran bahasa Jerman diharapkan menjadi lebih menarik, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan pembelajar di era digital.
Penulis adalah Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian