Ayu Ismawati• Selasa, 11 November 2025 | 22:52 WIB
Photo Siswa Juga Terima Atribut dan Baju Olahraga
KOTA,JP Radar Kediri-Belasan ribu siswa baru SD dan SMP di Kota Kediri tak perlu membeli kain seragam dan baju olahraga. Pasalnya, kebutuhan mereka disediakan oleh Pemkot Kediri alias gratis. Pembagian kepada siswa SD dan SMP sederajat, hingga siswa SLB dilakukan bertahap sejak pertengahan Oktober lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, total ada 11.288 paket seragam gratis siswa SD, SMP, dan SLB sederajat yang mulai dibagikan. Rinciannya, 4.865 pelajar SD, MI, dan SDLB. Kemudian, 6.423 pelajar SMP, MTs, dan SMPLB.
Belasan ribu pelajar itu tersebar di 216 sekolah di Kota Kediri. “Untuk seragam anak-anak kita yang SD dan SMP, kemarin itu ada seragam nasional. Untuk SMP seragam biru-putih dan pramuka. Biru-putih dua stel, pramuka 1 stel,” ujar Mandung.
Begitu pula untuk jenjang SD. Masing-masing siswa mendapat dua stel seragam nasional merah-putih, dan 1 stel seragam pramuka. Tak hanya kain seragam, siswa juga mendapat atribut yang dibutuhkan dua seragam tersebut.
“Alhamdulillah sudah terdistribusi ke siswa. Insya Allah dalam 1 -2 minggu, anak-anak pakaiannya sudah seragam semua, menyesuaikan aturannya,” lanjut Mandung.
Selain seragam nasional, menurut Mandung siswa baru tahun ajaran 2025/2026 juga akan mendapat paket seragam olahraga yang akan menyusul pembagiannya. “Khusus untuk seragam olahraga, memang agak geser waktunya (distribusi, Red) karena kemarin ada beberapa yang harus kami cermati lagi,” terang Mandung.
Mandung menegaskan, pengadaan paket seragam gratis menelan anggaran Rp 7 miliar. Dengan bantuan seragam untuk siswa baru itu, Mandung berharap beban orang tua wali bisa lebih ringan.
“Segera dijahitkan oleh orang tua masing-masing biar bisa segera dikenakan sehingga pakaiannya sudah seragam semua,” jelas Mandung.
Untuk diketahui, pembagian seragam gratis dimulai pada 2018 silam. Saat itu, belasan ribu siswa di Kota Kediri mendapat tiga setel kain seragam, atribut, hingga ongkos menjahit baju.
Selanjutnya, program dilanjutkan pada 2019. Hanya saja, siswa tidak lagi mendapat tiga setel kain seragam. Melainkan hanya satu setel kain seragam nasional dan satu setel kain seragam pramuka.
Selama pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021 lalu, pembagian kain seragam gratis dihentikan. Program baru berlanjut pada 2022 lalu. Saat itu, siswa hanya mendapat pembagian satu setel pembagian kain seragam nasional. Yakni hanya kain merah putih atau kain biru putih.
Pembagian satu setel seragam berlanjut hingga 2024 lalu. Selanjutnya, tahun ini siswa kembali mendapat paket seragam yang lebih lengkap. (ais/ut)