JP Radar Kediri- Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk kelompok SMA sederajat akan bergulir mulai hari ini. Tes yang juga pengganti ujian nasional (UN) tersebut, di Kediri Raya, bakal diikuti puluhan ribu pelajar.
Tes ini sedikitnya akan diikuti 22.505 pelajar. Mereka mengikuti ujian berbasis daring ini selama empat hari, mulai 3-6 November. Terbagi dalam dua gelombang yang masing-masing gelombang terdapat tiga sesi.
Hanya, satu SMK disebut tak bisa melakukan sendiri TKA. Siswanya harus bergabung dengan sekolah lain. Penyebabnya adalah sarana dan prasarana di sekolah tersebut tak mencukupi.
Sarana dan Prasarana Tak Menunjang, Peserta Ujian Hanya Lima
“Gabung di sekolah lain karena sarana tidak memenuhi persyaratan. Bisa karena spek komputernya, bandwidth internetnya, atau sumber daya manusia untuk proktor dan teknisinya,” beber Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kediri Sidik Purnomo terkait sekolah yang harus ‘mengungsi’.
Satu SMK itu berada di wilayah Kabupaten Kediri. Mereka hanya hanya memiliki lima siswa yang jadi peserta TKA. Agar tetap bisa mengikuti tes tersebut, siswa – siswa itu harus bergabung dengan sekolah yang lebih menunjang sarprasnya.
“Ada 77 lembaga SMK swasta dan negeri di Kota dan Kabupaten Kediri. Total peserta yang ikut sebanyak 12.682 siswa,” ujar Sidik terkait peserta TKA dari jenjang SMK di Kediri. Dia juga menambahkan bahwa belasan ribu peserta itu tersebar di dua gelombang TKA.
Sementara itu di jenjang SMA, sedikitnya ada 9.823 pelajar yang akan mengikuti TKA mulai hari ini. Kasi SMA PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, ribuan pelajar itu tersebar dari 46 lembaga SMA di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.
Terkait persiapan teknis jelang TKA, menurutnya sarpras seluruh sekolah sudah selesai disiapkan. Dari seluruh lembaga SMA, hanya ada satu yang tidak mengikuti TKA. “Karena satu SMA itu tidak memiliki murid dari kelas 12,” ujar Chairul.
Meskipun tidak bersifat wajib, namun Chairul mengingatkan pentingnya mengikuti TKA. Khususnya bagi pelajar yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri jalur prestasi atau SNBP. Sebab, nilai TKA itu akan menjadi validator atas nilai rapor siswa saat bersaing di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Selama TKA, pelajar akan dihadapkan dengan lima mata pelajaran uji. Terdiri dari tiga mata pelajaran wajib, dan dua mata pelajaran pilihan yang bebas ditentukan siswa. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 95/M/2025 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik, mata uji TKA untuk siswa tingkatan akhir di SMA/sederajat mencakup bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Serta, dua mata pelajaran pilihan.
Baca Juga: Viral Petisi Batalkan TKA 2025, Apa Penyebabnya? Ternyata Hal Ini Jadi Keluhan Siswa
“Hari pertama untuk mata pelajaran wajib berupa bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Kemudian hari kedua untuk mata pelajaran pilihan. Yaitu mata pelajaran yang dipilih oleh siswa masing-masing,” urai Chairul.(*)
Editor : Mahfud