Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Seperti halnya peserta Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) jejang SD dan SMP sederajat, peserta jenjang SMA sederajat di region 3 juta antusias mengerjakan soal-soal di babak penyisihan kemarin. Materi matematika dianggap paling menantang dari beberapa materi lain yang diujikan.
Para peserta dari Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung itu menyebut soal matematika lebih sulit dari soal literasi. Seperti dikatakan oleh Anggi Perdani, penanggung jawab operator babak penyisihan KKA MA Muhammadiyah Trenggalek. Menurutnya, soal matematika relatif sulit ditaklukan oleh siswanya.
“Kebetulan kalau literasi anak-anak sangat menguasai. Hanya saja soal matematika yang cukup sulit ditaklukan,” kata perempuan yang akrab disapa Anggi itu.
Demi mengerjakan soal-soal yang jadi persiapan tes kemampuan akademik (TKA) itu, menurut Anggi siswa MA Muhammadiyah Trenggalek sudah mempersiapkan diri selama dua minggu terakhir. Tepatnya setelah proses pendaftaran online ajang yang digelar LBB Neutron Yogyakarta dan Jawa Pos Radar Kediri itu selesai.
Anggi bersyukur, persiapan itu cukup membantu siswa dalam mengerjakan soal. Termasuk saat mereka harus berhadapan dengan bentuk soal baru. Hal tersebut justru jadi penyemangat siswa untuk lebih giat belajar. Sebab, kenyataannya banyak soal yang belum dikuasainya. “Katanya baru pertama kali lihat bentuk soal matematika seperti ini (soal KKA, Red),” lanjutnya.
Terlepas dari kesulitan yang dihadapi siswa, Anggi menyebut teknis login KKA tahun ini sangat mudah. Sehingga, siswa tidak kesulitan masuk ke sistem atau saat mengerjakan soalnya.
Namun demikian Anggi mengapresiasi terkait cara login yang mudah. Sebab meskipun soalnya sulit, siswa tak kebingungan cara login maupun pengerjaannya. “Semoga saja bentuk soal TKA sesungguhnya nanti se-sederhana sistem yang diterapkan di KKA,” tandasnya.
Sementara itu, meski siswanya mengeluhkan sulit mengerjakan matematika, Anggi tetap yakin ada sekitar 60 persen hingga 70 persen yang masuk ke babak final.
Seperti diberitakan, babak penyisihan berlangsung secara online mulai 1-17 September. Babak penyisihan itu dibagi dalam tiga region. Peserta yang lolos akan kembali berkompetisi di babak grand final yang dijadwalkan digelar pada 2 Oktober mendatang. (la/ut)
Editor : Anwar Bahar Basalamah