JP Radar Kediri-Tidak hanya di jenjang SD, distribusi paket makan bergizi gratis (MBG) SMP agaknya juga harus dievaluasi. Selain porsi makanan di tiap ompreng yang tidak merata, sekolah mempertanyakan keberadaan susu yang tidak diterima siswa. Padahal, untuk SD dan SMA sudah mendapat susu.
Pantauan koran ini di SMPN 4 Kota Kediri kemarin, siswa mendapat menu roti tawar dan telur dadar. Seperti di jenjang SD, porsi untuk siswa pendidikan menengah ini juga tergolong “paket hemat”.
Empat lubang di ompreng siswa diisi roti tawar, buah, dan sayuran pelengkap. Satu lubang berisi dua lembar roti tawar kupas yang dipotong jadi empat. Kemudian, satu lubang ompreng berisi telur dadar dan satu potong selada. Satu ompreng lainnya kembali berisi satu potong selada, seiris timun, dan seiris tomat. Adapun satu lubang ompreng lainnya berisi buah jeruk.
Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMPN 4 Kota Kediri Arnie Suhestiningsih mengatakan, terlepas dari menu MBG yang diterima sejak Selasa (19/8) lalu, pihaknya menilai porsi makanan antara satu ompreng dengan ompreng lainnya tidak sama. “Kadang ada salah satu ompreng yang salah satu menunya tidak lengkap,” ungkap Arnie.
Jika ada siswa yang tidak masuk, para guru mengambil menu di ompreng yang tersisa agar siswa tetap mendapat menu yang lengkap. Namun, jika semua siswa masuk, otomatis mereka hanya bisa pasrah. “Mereka yang tidak mendapat menu lengkap yang kasihan,” lanjut Arnie yang menjadi penanggung jawab MBG di SMPN 4.
Arnie berharap hal tersebut bisa segera dievaluasi. Termasuk dengan belum adanya susu untuk siswa SMP. Padahal di jenjang lain mendapatkan susu. “Untuk SMP tidak ada susu,” terangnya.
Terkait distribusi MBG, menurut Arnie ompreng sudah tiba pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Selanjutnya paket makanan dibagikan saat istirahat kedua. Sehingga, konsumsi makanan tidak mengganggu jam belajar siswa.
Tidak hanya di SMPN 4, di SMPN 8 juga sering didapati porsi makanan yang tidak sama. Demikian pula dengan potongan buahnya. “Buah melon yang diberikan ada yang tipis dan kecil. Tapi ada juga yang ukurannya besar,” ungkap salah satu guru yang enggan namanya dikorankan.
Seperti halnya Arnie, guru pria itu juga menanyakan tidak adanya susu di paket MBG. “Tiga hari kemarin kami tidak mendapatkan susu sama sekali. Padahal siswa SD dan SMA memperoleh. Kemana perginya susu tersebut?” lanjutnya dengan nada tanya.
Seperti diberitakan, paket MBG yang diterima siswa SD tergolong minimalis. Seperti Kamis (21/8) siswa SDN Bandarkidul 3 mendapat paket nasi, ayam goreng, buah melon, dan sayur oseng wortel serta baby corn yang jumlahnya hanya 5-6 iris saja.
Adapun kemarin, siswa SDN Campurejo 2 mendapat menu nasi putih, ayam goreng, satu potong semangka. Kemudian, satu potong tahu goreng, dan sekitar satu sendok oseng kangkung.
Beberapa siswa terlihat menyisihkan buah semangka yang diterima. “Aku tidak suka semangka. Kalau makanan aku lebih suka paket mi. Pasti habis,” kata Zia, 11, siswa kelas VI.
Senada dengan SMP, menurut Kepala SDN Campurejo 2 Mustikawati, porsi menu MBG memang tidak merata. “Memang kalau dari segi porsi untuk kelas 1,2,3 lebih sedikit. Berbeda dengan siswa kelas 4,5,6 yang lebih banyak,” terang Mustika tentang paket untuk 272 siswa di sana.
Untuk diketahui, di Kota Kediri total ada tujuh dapur MBG yang sudah beroperasi. Sebanyak tiga dapur di Kecamatan Mojoroto dan empat dapur di Kecamatan Kota. Dengan penambahan dapur itu, total ada sekitar delapan ribu siswa yang mendapat paket makanan gratis program dari Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Mahfud