JP Radar Kediri-Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) 2025 yang dihelat Jawa Pos Radar Kediri bersama LBB Neutron Yogyakarta tak hanya diminati oleh siswa dari sekolah reguler atau sekolah umum saja. Sebanyak 641 siswa madrasah tsanawiyah (MTs) dan SMP siap mengikuti try out persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, ratusan pendaftar tersebut berasal dari sejumlah SMP negeri dan swasta. Serta MTs negeri dan swasta di eks Karesidenan Kediri.
Ketua Panitia KKA Endro Purwito mengatakan, antusiasme siswa jelang penutupan pendaftaran KKA semakin tinggi. Terutama untuk jenjang MTs atau SMP sederajat. “Saat ini sudah ada 641 pendaftar. Jumlah ini masih akan terus bertambah,” ungkap pria yang akrab disapa Endro itu.
Dari total 641 pendaftar, 396 peserta dari MTs negeri dan swasta. Sedangkan 245 sisanya berasal dari SMP negeri dan swasta. Endro menyebut dalam beberapa hari ke depan dipastikan akan lebih banyak lagi siswa yang berpartisipasi karena sudah banyak yang menghubungi panitia.
Dikatakan Endro, tingginya minat siswa untuk mengikuti KKA ini tak lepas dari keingintahuan mereka akan format soal dalam TKA. Tujuannya, agar siswa bisa mempersiapkan diri lebih awal. Sehingga, mereka bisa mendapat nilai terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah aliyah (MA) dan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).
Untuk diketahui, KKA mengadopsi standar TKA yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dengan mengikuti KKA, siswa bisa mempelajari format ujian dengan soal literasi dan numerasi.
Soal dalam KKA nanti disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan metode belajar yang diterapkan. Tidak hanya itu, siswa juga bisa berlatih mengatur waktu dalam pengerjaan soal. Demikian pula strategi pengerjaan soal agar bisa memanfaatkan waktu dengan hasil terbaik.
Senada dengan Endro, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Kediri Abdullah Rosyad mengatakan, tingginya minat siswa MTs dalam mengikuti KKA tak luput dari dorongan para guru. “Kami mendorong para kepala sekolah untuk memaksimalkan persiapan siswa madrasah dalam menghadapi TKA. Agar hasil yang diperoleh mampu membawa nama baik sekolah,” jelas lelaki yang akrab disapa Rosyad itu.
Menurutnya TKA tahun ini harus benar-benar disiapkan secara matang. Karenanya siswa didorong untuk mengikuti KKA agar hasil TKA bisa jauh lebih baik. “Nanti sertifikatnya (TKA) bisa untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” paparnya.
Tak hanya itu, menurut Rosyad KKA juga membangkitkan jiwa siswa dalam berkompetisi. Sedangkan bagi guru, hasil KKA bisa jadi tolok ukur kemampuan akademik siswa.
“Istilahnya siswa belajar jangan sampai salah kamar. Kemampuan yang dimiliki harus sejalan dengan jurusan yang akan ditekuni nantinya,” jelasnya.
Rosyad kembali berpesan agar siswa madrasah terus berlatih, belajar, dan berdoa. Sehingga hasilnya sesuai dengan harapan diri sendiri, orang tua, dan madrasah. “Sering berlatih soal utamanya try out agar terbiasa dalam memecahkan setiap permasalahan dalam soal,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kompetisi Akademik terbuka untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Pendaftaran masih dibuka hingga 20 Agustus 2025 melalui situs rkomnibus.com. Babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025 akan digelar secara bertahap mulai awal September mendatang. (l*)
Editor : Mahfud