Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz pun menganggap, kompetisi kompetensi akademik adalah ajang positif untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Apalagi saat ini, tes kompetensi akademik (TKA) diberlakukan kembali. Sehingga KKA bisa menjadi salah satu alat sebelum siswa ikut TKA.
“Kalau siswa sudah tau kompetensinya maka akan lebih mudah mengembangkannya,” imbuhnya.
Meskipun kurun waktu pelaksanaan TKA berbeda-beda. Perlu untuk dilatih lebih awal. Terutama pentingnya untuk membangun prestasi sebagai nilai tambah.
Sejalan dengan hal itu, Ketua Panitia Kompetisi Kompetensi Akademik Radar Kediri 2025 Endro Purwito menyebut keikutsertaan dalam tes TKA sangat penting.
“Meskipun TKA ini tidak diwajibkan seperti ujian nasional (UN). Namun keikutsertaan peserta didik dalam TKA ini sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang sekolah lanjutan,” jelas lelaki yang murah senyum ini.
Untuk diketahui, pemerintah memberlakukan TKA mulai tahun ini. Tes kemampuan akademik ini berbeda dengan ujian sekolah biasa. TKA akan mengukur kemampuan siswa memahami bacaan, bernalar, dan menyelesaikan masalah. TKA untuk siswa SMA sederajat akan dimulai November 2025. Sedangkan untuk siswa SD dan SMP sederajat diberlakukan mulai Maret 2026 mendatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kompetisi Akademik terbuka untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Pendaftaran masih dibuka hingga 15 Agustus 2025 melalui website rkomnibus.com. Babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025 akan digelar secara bertahap mulai awal September mendatang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal.
Editor : rekian