Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ratusan Posisi Kepala Sekolah Kosong di Kabupaten Kediri tetapi Kuota dari Pusat Sangat Tak Mencukupi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 21 Juli 2025 | 16:10 WIB

 

ilustrasi meja kepala sekolah kosong
ilustrasi meja kepala sekolah kosong

JP Radar Kediri-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri memulai proses pengisian kepala sekolah (kasek). Meski demikian, pengisian Juli ini masih belum mengatasi kekosongan posisi kepala sekolah yang yang ada.

Sebab, jumlah jabatan kasek yang kosong mencapai ratusan. Padahal, Kabupaten Kediri hanya mendapat kuota 20 saja dari Pemerintah Pusat.

Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, melalui Kabid Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dina Puspitawati, mengatakan rekrutmen kasek bergantung Pusat. Menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

“Kami hanya mendapat kuota 20 (kepala sekolah),” kata Dina.

Rekrutmen kasek Juli ini menurut Dina sekaligus menerapkan sistem baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sesuai sistem baru, nama-nama bakal calon kepala sekolah (BCKS) sudah ada. 

“Jadi yang bisa menjadi kepala sekolah namanya sudah ada di sistem,” jelasnya.

Dina kemudian menambahkan,  nama-nama tersebut akan diseleksi menjadi 38 orang. Mereka menjalani seleksi substansi pada 16-17 Juli lalu. 

Disdik menurutnya tinggal menunggu hasil seleksi substansi tersebut. Kandidat yang dinyatakan lolos akan mengikuti diklat calon kepala sekolah (CKS). 

“Nanti hasil dari seleksi substansi itu langsung keluar 20 orang atau ada tahapan lainnya atau seperti apa masih menunggu. Karena memang hasil seleksi itu belum keluar,” terangnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri ada ratusan sekolah yang belum memiliki kasek secara definitif. Sedikitnya ada 169 jabatan kasek di Kabupaten Kediri yang kosong.

Pos mereka harus diisi pejabat pelaksana tugas (plt). Rinciannya, ada 163 SD, lima SMP, dan satu TK. 

Ratusan jabatan kasek itu kosong karena banyak guru yang purna tugas. Akibatnya, jabatan kepala sekolah terpaksa harus dirangkap oleh kepala dari sekolah terdekat. 

Dina mengakui kuota yang didapat belum bisa memenuhi kebutuhan kepala sekolah. Alhasil, ratusan sekolah itu masih harus diisi dengan plt.

“Semakin lama juga bisa semakin bertambah kepala sekolah yang pensiun. Mau tidak mau sementara diisi dengan plt dulu,” jelasnya sambil mengatakan disdik terus merapat ke Pusat untuk mengajukan pengisian kasek yang masih kosong. (*)

Editor : Mahfud
#kepala sekolah #kuota