Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mulai Masuk Sekolah Rakyat, 100 Siswa Ini Diantar Menggunakan Mobil Siaga

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 15 Juli 2025 | 15:34 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berbincang dengan siswa SRMA yang antre mengikuti pemeriksaan kesehatan di gedung BPKASN, Desa Bulusari, Tarokan kemarin (14/7).
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berbincang dengan siswa SRMA yang antre mengikuti pemeriksaan kesehatan di gedung BPKASN, Desa Bulusari, Tarokan kemarin (14/7).

JP Radar Kediri-Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri memulai pembelajaran kemarin. Menempati 

Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan, mereka mengawali rangkaian pembelajaran dengan mengikuti tes kesehatan.

Agenda tersebut dipantau oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Sebanyak 100 anak yang tiba di BPKASN dengan diantar mobil siaga desa itu langsung melakukan registrasi dan daftar ulang.

“Tadi (14/7) juga ikut pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) oleh Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Red). Setelah itu mengikuti tes kesehatan,” ungkap Kepala SRMA 24 Kediri Fadeli. 

Memakai seragam biru putih, siswa menjalani pemeriksaan. Seperti diukur tinggi dan berat badan. 

Kemudian dicek tekanan darahnya. Hingga diperiksa kondisi mata, gigi, dan anggota tubuh lainnya. 

"Tes kebugaran besok pagi (hari ini)," ungkap Fadeli tentang rangkaian tes kesehatan yang akan berlangsung hari ini.

Menurutnya, tes kesehatan sudah menjadi prosedur masuk ke SR. Setiap Jumat siswa perempuan juga akan mendapat pil penambah darah dan multivitamin lain.

Pemeriksaan kesehatan kemarin menurutnya juga untuk memeriksa ada tidaknya penyakit menular yang diderita siswa. Jika ditemukan, siswa akan disembuhkan dulu sebelum masuk ke asrama.

“Kalau sudah sehat boleh masuk asrama," terangnya.

Untuk diketahui, rangkaian pemeriksaan kesehatan yang dijalani siswa itu dipantau oleh Bupati Dhito. Dia juga mengecek berbagai fasilitas siswa di asrama.

Dhito mengatakan, pembelajaran siswa di BPKASN hanya sementara. Nantinya, siswa akan menempati bangunan permanen di Desa Plosokidul, Plosoklaten.

Suami dari Eriani Annisa itu menyebut, pembangunan sarana dan prasarana SR di tempat yang baru itu terus dikebut. Pembangunan fisik akan dimulai pada Agustus nanti. 

"Mulai Agustus insya Allah mulai pembangunan fisik di atas lahan yang sudah disediakan pemkab," ungkapnya terkait lahan seluas 7,62 hektare yang dihibahkan oleh Pemkab Kediri.

Jika pemerintah pusat membangun gedung utama, pemkab akan membangun sarpras pendukung. Di antaranya akses jalan. 

"Jalan itu milik PTPN. Akan kami komunikasikan ke PTPN untuk melakukan perbaikan dan seterusnya,” tandas Dhito.

Editor : Mahfud
#mobil siaga #bupati dhito #Sekolah Rakyat