Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 1 hingga 31 Juli 2025, dengan fokus pada penguatan ekonomi warga, layanan kependudukan, dan inovasi lingkungan.
Seremoni pembukaan KKN dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Balai Kelurahan Tambak Wedi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah perangkat kelurahan, perwakilan kader kesehatan, ketua RW, serta para mahasiswa peserta KKN.
Perwakilan kecamatan dan dosen pembimbing turut memberikan sambutan dan menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: KKN UIN SATU Resmi Digelar di Bendorejo Trenggalek, Usung Tema Literasi Digital dan Lingkungan
Dalam sambutannya, pihak kelurahan menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Tambak Wedi sebagai lokasi kegiatan.
Mereka berharap kolaborasi ini mampu membawa manfaat, baik bagi mahasiswa maupun warga, khususnya dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Salah satu momen simbolis dalam acara adalah pengalungan kartu identitas kepada mahasiswa sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Dosen pembimbing menyampaikan bahwa program KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan ruang belajar langsung dari masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi, kedisiplinan, serta menjaga etika selama masa pengabdian.
Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 36 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memaparkan sejumlah rencana kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi awal.
Ada tiga fokus utama dalam kegiatan mereka pemberdayaan UMKM untuk mendukung ekonomi kreatif lokal, pendampingan layanan administrasi kependudukan (adminduk), serta pengelolaan limbah ikan menjadi kompos hijau.
Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Resmi Diterjunkan ke Lokasi KKN, Ada yang Sampai Luar Negeri
Salah satu program yang menarik perhatian adalah inovasi pembuatan pupuk dari limbah ikan.
Program ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan bahkan direplikasi di wilayah lain.
Harapannya, solusi ini bisa menjadi alternatif pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat ekonomi.
Program-program yang dijalankan dirancang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di sektor ekonomi inklusif, lingkungan berkelanjutan, dan pelayanan publik.
Mahasiswa berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, mereka mengusung tagline: “Mengakar dan Mengabdi, Tumbuh Bersama Tambak Wedi,” sebagai wujud komitmen untuk menjadi bagian dari perubahan positif di tengah warga.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira