KABUPATEN, JP Radar Kediri- Ribuan guru mengikuti ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025. Ajang ini adalah lomba karya inovasi guru yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, bekerja sama dengan Jawa Pos Group dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berlangsung sejak awal tahun dan berakhir Agustus nanti.
Saat ini, ajang ini memasuki tahap penjurian. Untuk wilayah Cabdindik Kediri dan Cabdindik Nganjuk, seleksi oleh juri berlangsung kemarin (11/6) di Kantor Jawa Pos Radar Kediri. Melibatkan juri dari akademisi.
“Ada empat ribu lebih karya inovatif dari para guru di wilayah Cabdindik Kediri serta Cabdindik Nganjuk yang masuk ke panitia,” terang Puspitorini Dian Hartanti, koordinator wilayah JP Radar Kediri kemarin.
Dalam proses penilaian kemarin, para juri harus bekerja keras memberi penilaian ribuan proposal yang masuk. Beberapa kali terjadi adu argumentasi untuk menilai salah satu karya. Lebih-lebih, para guru yang mengirimkan proposal inovasinya melakukan dengan maksimal. Dilengkapi video konten yang menarik.
“Perlu kerja keras untuk menentukan nilai bagi karya-karya inovasi para guru. Semuanya berusaha mengirimkan inovasi terbaiknya,” ucap salah satu juri, Dr Agus Muji Santoso MSi.
Juri memang harus bekerja ekstra untuk menyeleksi karya peserta. Total, ada 4.525 karya yang masuk sejak awal pendaftaran pada 15 Maret hingga ditutup 15 Mei. Berasal dari wilayah Cabdindik Kediri dan Nganjuk.
Menurut wakil rektor Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri tersebut, juri perlu mencermati dengan teliti semua karya yang masuk. Untuk menentukan karya yang benar-benar orisinal serta berdampak baik bagi proses belajar-mengajar.
Sebagai informasi, EJIES 2025 merupakan program pusat inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur. Program ini dirancang sebagai wadah untuk mendorong lembaga SMA, SMK, dan SLB menciptakan inovasi baru. Yang berdampak nyata di lingkungan pendidikan. Peserta terdiri atas guru lembaga terkait. Baik negeri atau swasta dalam kelompok cabang dinas di Jawa Timur.
Terdapat 11 topik yang bisa dikembangkan oleh peserta yaitu,
1. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning),
2. Teknologi dalam Pendidikan,
3. Peningkatan Kapasitas Guru,
4. Pemberdayaan murid,
5.Kolaborasi Sekolah dengan Masyarakat atau Industri,
6. Pengelolaan Sumber Daya Sekolah yang Efisien dan Berkelanjutan,
7. Pendidikan Inklusif dan Pengelolaan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus,
8. Pengembangan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Pembelajaran Non-Formal,
9. Implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak dan Perlindungan Murid,
10. Pengembangan Kelembagaan dan Manajemen Pendidikan, dan
11. Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan.
Dari setiap cabdin wilayah akan dipilih 10 karya terbaik. Karya-karya itu akan kembali dinilai dalam development round-penilaian 250 deck vlog terbaik pada 25 Juni hingga 15 Juli.
“Setelah itu akan diumumkan 50 finalis pada 25 Juli nanti,” terang Dian, panggilan koordinator wilayah Radar Kediri.
Setelah itu, EJIES akan memasuki fase showcase, pemaparan, dan diskusi bagi 50 finalis tersebut. Kegiatannya akan berlangsung 7 Agustus. Setelah itu finalis akan kembali diperas tinggal setengahnya, atau 25 peserta. Yang akan diumukan pada 14 Agustus.
“Puncaknya adalah malam penganugerahan yang akan berlangsung 25 Agustus,” ucap Dian, mengakhiri wawancara. (*)
Editor : Mahfud