KOTA, JP Radar Kediri-Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Kediri 2025 akan dimulai sepekan lagi.
Pendaftaran SPMB jalur afirmasi TK, SD, dan SMP negeri akan dimulai lebih dulu pada Senin (19/5), pekan depan. Di jalur ini, siswa hanya bisa memilih satu sekolah tujuan.
Untuk diketahui, selain jalur afirmasi dan inklusi, ada pula jalur mutasi orang tua/wali dan anak guru, serta jalur domisili.
Khusus untuk jenjang SMP negeri, Dinas Pendidikan Kota Kediri kembali membuka jalur prestasi yang terbagi menjadi prestasi dinas pendidikan dan prestasi karakteristik.
“Afirmasi ini syaratnya jelas, harus siswa yang masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial, Red). Dan dari DTKS ini diprioritaskan bagi yang miskin ekstrem,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan.
Sebagai jalur yang pertama dibuka, pihaknya memprediksi akan ada gelombang pendaftar yang besar di jalur ini. Apalagi, kuota untuk jalur afirmasi jenjang TK dan SD ditetapkan minimal 15 persen, serta minimal 20 persen untuk jenjang SMP.
“Untuk membedakan nanti (seleksinya, Red) pakai ranking nilai. Jadi syarat pertama masuk DTKS yang (kemiskinan, Red) ekstrem. Yang kedua, nilai,” beber Anang terkait teknis pemeringkatan untuk seleksi jalur afirmasi.
Selain itu, di jalur ini calon peserta didik juga hanya bisa memilih satu sekolah. Salah satu pertimbangannya agar siswa hanya memilih sekolah yang dekat dengan domisilinya.
“Jadi untuk anak-anak yang termasuk miskin ekstrem ini, diusahakan sekolahnya tidak jauh sehingga orang tua tidak harus berpikir biaya transportasi atau antar-jemput,” beber Anang.
Untuk diketahui, kuota afirmasi akan mencakup afirmasi anak keluarga tidak mampu dan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Kedua jalur itu akan diakomodasi di satu kuota yang sama di jalur afirmasi. Meski waktu pendaftarannya bersamaan, namun proses seleksi dua jalur itu akan berbeda.
“Setelah mereka (siswa ABK, Red) mendaftar, nanti tim asesmen dari IAIN Kediri akan melaksanakan asesmen terhadap pendaftar inklusi,” terang Anang sembari menyebut asesmen akan dilakukan oleh tim psikolog.
Sembari menunggu tahap pendaftaran itu, pihaknya mengimbau seluruh elemen dinas pendidikan agar ikut menyosialisasikannya. Terutama bagi guru di sekolah agar bisa memfasilitasi siswa yang mendaftar. Khususnya dari jenjang SD ke SMP yang jalurnya lebih banyak.
“Karena ini kan sebagian besar online. Jangan sampai orang tua kesulitan caranya mendaftar, kelengkapan perangkatnya, dan sebagainya,” jelas pria yang tinggal di Mojoroto itu.
Untuk mempermudah pendaftaran, Anang meminta wali murid yang kesulitan mendaftarkan anaknya untuk berkomunikasi dengan sekolah. Dia juga menginstruksikan para guru untuk membantu memetakan jalur pendaftaran yang sesuai dengan potensi dan keinginan siswa.
“Setelah itu memberikan pertimbangan kepada orang tua. Misalnya potensinya apa, jalurnya ini. Tapi kalau sudah seperti itu juga bukan jaminan pasti diterima. Hanya membantu,” tandas Anang berharap dalam SPMB nanti tidak ada lagi ortu yang kesulitan mendaftar karena kendala teknis.
Sebelumnya diberitakan, SPMB SMP negeri Kota Kediri akan dibuka dengan empat jalur. Yakni jalur afirmasi dan inklusi, prestasi, mutasi dan anak guru, serta domisili. Di jalur domisili yang merupakan pengganti jalur zonasi, ada dua jenis domisili yang diterapkan.
Yakni jalur domisili khusus dengan seleksi murni berdasarkan jarak. Serta domisili umum dengan pemeringkatan menggunakan nilai rapor.
Mengacu pada Permendikdasmen No. 3/2025, kuota jalur domisili untuk jenjang TK dan SD ditetapkan minimal 70 persen. Sedangkan untuk jenjang SMP minimal kuotanya 40 persen.
Sedangkan untuk jalur prestasi terbagi menjadi prestasi dinas dan prestasi karakteristik. Yang berbeda dari tahun sebelumnya, jalur prestasi dibuka untuk cabang olahraga (cabor) beregu.
Namun, maksimal hanya dua orang dalam satu tim yang bisa diterima di seluruh SMP negeri di Kota Kediri melalui jalur prestasi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira