Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah Negeri Jadi Inklusi, ABK Tetap Seleksi Ketat Harus Kantongi Rekom Psikolog

Ayu Ismawati • Kamis, 8 Mei 2025 | 08:00 WIB
Siswa SMPN 8 bersiap pulang sekolah. Pemerintah menyiapkan pendidikan gratis untuk sekolah negeri dan swasta.
Siswa SMPN 8 bersiap pulang sekolah. Pemerintah menyiapkan pendidikan gratis untuk sekolah negeri dan swasta.

KOTA, JP Radar Kediri-Meski seluruh TK, SD, dan SMP negeri di Kota Kediri tahun ini menjadi sekolah inklusi, anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak otomatis langsung diterima di sekolah.

Melainkan, mereka harus memenuhi beberapa persyaratan dalam asesmen di tahap pendaftaran.

          Calon siswa ABK yang ingin bersekolah di TK, SD, dan SMP negeri difasilitasi lewat jalur afirmasi dan inklusi.

Salah satu syarat bagi siswa ABK jalur ini adalah mengikuti asesmen psikologi lebih dahulu.

          “Anak-anak akan di-asesmen dulu oleh tim psikolog yang sudah kami tunjuk,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan.

          Anang mengatakan, asesmen psikologi dilakukan untuk menilai apakah anak bisa masuk sekolah inklusi.

Psikolog akan menilai apakah siswa bisa masuk sekolah inklusi atau harus ke sekolah luar biasa (SLB).

          “Sehingga dengan batas-batas atas rekomendasi tim asesmen tersebut, siswa akan ditentukan bisa masuk di sekolah inklusi atau tidak,” lanjut Anang.

          Dari total empat jalur dalam sistem penerimaan murid baru 9SPMB), jalur afirmasi dan inklusi nantinya akan dimulai lebih awal. Minggu kedua Mei ini, seluruh tahapan PPDB masih disosialisasikan.

          Sekretaris SPMB 2025 Kota Kediri Ibnu Qoyim menambahkan, ada dua syarat utama siswa ABK bisa masuk sekolah inklusi.

Yakni, nilai intelligence quotient (IQ) mereka minimal harus 70. Kemudian, siswa juga hanya memiliki satu ketunaan saja.

          Kriteria disabilitas itu, antara lain disabilitas penglihatan, pendengaran, intelektual, hingga disabilitas fisik.

Terkait penempatan siswa ABK, menurut Ibnu akan mempertimbangkan ketersediaan guru pendamping khusus di sekolah.

Terutama disesuaikan dengan kebutuhan anak berdasar ketunaannya.

          “Misalnya di sekolah itu memiliki guru pendamping untuk tuna wicara atau tidak? Kalau tidak, tidak bisa diterima nanti. Tetapi akan diarahkan ke sekolah yang punya,” beber Ibnu.

          Dengan demikian, meski siswa bisa memilih di semua sekolah negeri, dinas pendidikan akan tetap memberi rekomendasi sesuai ketersediaan guru pendamping.

Selebihnya, jarak rumah siswa ke sekolah juga ikut menjadi pertimbangan. “Nanti didekatkan dengan rumahnya,” tandasnya. 

Baca Juga: Kuota Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB SMA Negeri di Kota Kediri Naik   

          Untuk diketahui, SPMB Kota Kediri 2025 akan dibuka dengan empat jalur. Yaitu jalur afirmasi dan inklusi, mutasi, prestasi, dan domisili. Khusus untuk jalur prestasi hanya akan dibuka untuk jenjang SMP.

          Perbedaan signifikan di SPMB tahun ini, seluruh TK, SD, dan SMP negeri akan dijadikan sekolah inklusi.

Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah menyiapkan 125 guru pendamping khusus (GPK) tambahan untuk disebar di sekolah-sekolah yang belum memiliki GPK.

          “Yang paling utama, GPK ini tidak hanya menjalankan perintah saja. Tapi sudah kami pikirkan untuk menambah insentif bagi guru-guru GPK,” jelas Anang.

          Sebelumnya diberitakan, ada 123 lembaga sekolah negeri yang didapuk menjadi sekolah inklusi tahun ini. Jumlah itu terdiri dari tiga TK, 111 SD, dan sembilan SMP.

Sebelum operasional sekolah inklusi di tahun ajaran baru nanti, dinas pendidikan sudah menyelesaikan diklat ratusan guru pendamping.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #anak berkebutuhan khusus (ABK) #SPMB 2025 #pemkot kediri #sekolah inklusi