KOTA, JP Radar Kediri-Jika jalur domisili pagunya justru menyusut, peluang warga kurang mampu di Kediri Raya untuk masuk ke SMA negeri lewat jalur afirmasi justru terbuka lebar. Pasalnya, di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, kuota jalur afirmasi justru naik dua kali lipat.
Jika tahun lalu kuota jalur afirmasi SMA hanya 15 persen, tahun ini naik menjadi 30 persen. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA/SMK Chairul Effendi membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, salah satu perbedaan di SPMB SMA tahun ini adalah proporsi di masing-masing jalur. “Kalau tahun lalu 15 persen, sekarang (jalur afirmasi, Red) menjadi 30 persen,” ujar Chairul.
Rinciannya, 13 persen untuk anak dari keluarga ekonomi tidak mampu. Kemudian, anak buruh sebanyak lima persen, penyandang disabilitas lima persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga ekonomi tidak mampu sebanyak tujuh persen.
“Disabilitas ini kalau tahun lalu kuotanya tiga persen. Sekarang menjadi lima persen,” bebernya.
Yang juga berbeda dari penerimaan murid baru tahun ini, menurut Chairul adalah adanya penambahan kategori afirmasi nilai akademik keluarga ekonomi tidak mampu.
“Ini kuotanya tujuh persen (dari daya tampung sekolah, Red),” sambung pria yang sehari-hari berkacamata itu.
Meski demikian, penambahan alokasi khusus itu tidak ditemukan di jenjang SMK. Berbeda SMA, di SMK kuota afirmasi tahun ini tetap sebesar 15 persen.
Jalur afirmasi di SMA hanya dibagi menjadi tiga. Yakni kuota jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu sebanyak tujuh persen, anak buruh lima persen, serta afirmasi penyandang disabilitas sebanyak tiga persen.
Lebih jauh Chairul menyebut, jalur afirmasi ditujukan untuk siswa yang berdomisili di wilayah dalam rayon atau wilayah luar rayon yang berbatasan. Hanya saja, hingga kemarin penetapan wilayah rayon di tiap kabupaten atau kota di Jawa Timur belum bisa diakses.
Data tersebut belum muncul di dokumen lampiran petunjuk teknis (juknis) SPMB Jawa Timur 2025. “Belum rilis. Menunggu semua oke,” tandasnya terkait pembagian rayon yang masih dalam tahap finalisasi.
Sebelumnya diberitakan, jika kuota jalur afirmasi SPMB SMA bertambah, kuota jalur domisili (sebelumnya disebut jalur zonasi) justru menyusut. Pasalnya, tahun lalu alokasinya mencapai 50 persen atau separo dari pagu. Tahun ini hanya sebesar 35 persen saja dari daya tampung sekolah.
Sedangkan kuota domisili SPMB SMK justru lebih kecil lagi. Yakni, hanya 10 persen dari total pagu atau daya tampung sekolah. Kuota tersebut sama persis dengan pagu yang didapat tahun sebelumnya.
Kecilnya kuota jalur domisili untuk SMK ini diduga karena justru peminat SMK adalah siswa dari luar daerah. Karenanya, dinas pendidikan tidak perlu memberi Batasan untuk siswa di dalam rayon.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira