KOTA, JP Radar Kediri-Tahapan sistem penerimaan murid baru (SPMB) di Kota Kediri akan dimulai Mei nanti. Menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 3/2025 tentang SPMB, ada beberapa perubahan signifikan dalam pendaftaran siswa baru tersebut. Salah satunya jalur zonasi yang dihapus dan digantikan jalur domisili.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan memastikan, secara detail akan ada perubahan teknis jalur domisili di SPMB tahun ini. Namun, dia belum bisa memaparkan. Sebab, petunjuk teknis (juknis) pelaksanaannya masih dalam tahap finalisasi. “Masih kami lakukan finalisasi detailnya, setelah selesai nanti akan kami sosialisasikan.
Untuk diketahui, sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru, pemerintah menetapkan ada empat jalur penerimaan murid baru. Yakni, jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur mutasi (pengganti jalur perpindahan tugas orang tua), dan jalur domisili (pengganti jalur zonasi).
Khusus jalur domisili, diakui Anang akan ada beberapa perubahan yang disesuaikan dengan kondisi di Kota Kediri. Salah satunya, mempertimbangkan keluhan-keluhan dari pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun sebelumnya.
“Ada perbedaan-perbedaan. Dan kami juga melakukan inovasi agar keluhan-keluhan tahun kemarin sedikit banyak bisa ditindaklanjuti di sini,” terang Anang sembari menyebut detailnya masih dalam pembahasan.
Meski enggan membeber teknis jalur domisili, Anang memastikan SPMB jalur prestasi tahun ini lebih ketat dari tahun lalu. Pemkot Kediri memastikan hanya siswa berprestasi bagus saja yang bisa masuk jalur ini. Khusus untuk jalur prestasi non-akademik, menurut Anang disdik akan mengakomodasi semua cabang olahraga.
“Jadi, tahun lalu itu untuk olahraga yang diakomodasi hanya cabor perorangan dan beregu maksimal dua orang. Tahun ini semua cabor beregu bisa masuk,” lanjutnya.
Hanya saja, disdik tetap melakukan pembatasan untuk cabor beregu. Yang bisa masuk lewat jalur prestasi untuk cabor beregu lebih dari dua orang akan dilakukan pembobotan. Yakni, ditambah dengan prestasi lain milik siswa.
“Dua siswa dengan total nilai tertinggi yang bisa masuk jalur prestasi di tiap regunya. Untuk lainnya harus mendaftar lewat jalur lain,” terang Anang memberikan sedikit gambaran. Adapun untuk dua jalur lainnya masih dalam tahap pembahasan.
Anang menyebut, hingga minggu kedua April ini pihakknya juga masih memproses peraturan wali kota (perwali) SPMB. Targetnya perwali dan juknis bisa selesai pekan ini. Sehingga, minggu depan juknis bisa segera disosialisasikan kepada sekolah dan siswa.
“Tahapannya kan nanti ada beberapa jalur. Nah, sosialisasinya nanti berlangsung terus sesuai tahapannya,” jelas Anang sembari menyebut juknis juga akan mencantumkan timeline atau linimasa pelaksanaan SPMB.
Mulai jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP yang di bawah naungan disdik. “Semuanya dilakukan secara bertahap. Ini sedang dibahas detail dan menyeluruh,” tandasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira