KEDIRI, JP Radar Kediri - Pola makan yang tidak sehat, termasuk dalam mengonsumsi jajanan, bisa memicu beragam penyakit yang berbahaya.
Untuk memberi pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, SMPN 1 Kota Kediri memiliki cara unik.
Yakni, dengan melibatkan anak-anak mengikuti sejumlah lomba yang menuntut mereka memahami gizi dan manfaatnya.
Pantauan koran ini, ada sejumlah lomba yang digelar dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-65, kemarin.
Ada puluhan kelompok perwakilan kelas yang mengikuti lomba memasak sayur dan lauk di lorong sekolah.
Kemudian, ada siswa yang mengikuti lomba tebak gizi dengan media ular tangga di lapangan utama sekolah.
Baca Juga: Cara Akses dan Instal Aplikasi Rumah Pendidikan Kemendikdasmen
Selanjutnya, ada pula siswa yang mengikuti tebak pengetahuan tentang aneka jenis makanan di lapangan basket ala Family 100, dan beberapa lomba lainnya.
“Aah, gimana ini. Waktunya sudah mepet!” seru salah satu peserta lomba memasak saat melakukan plating sebelum disajikan.
Berbagai jenis lomba yang digelar kemarin membuat kompleks SMPN 1 Kota Kediri diwarnai gelak tawa anak-anak yang mengikuti lomba.
Ahli Gizi RSUD Gambiran Miftakhul Jannah yang kemarin menyosialisasikan pentingnya gizi di depan anak-anak, mengapresiasi peringatan Hari Gizi dengan cara yang unik tersebut.
Perempuan yang akrab disapa Miftah ini mengungkapkan, saat ini banyak beredar makanan yang tidak memenuhi nilai gizi.
Tak terkecuali di lingkungan anak-anak dan remaja. Termasuk kalangan pelajar.
Baca Juga: Pemerintah Hapus Zonasi untuk PPDB 2025, Begini Intruksi Presiden Prabowo
Dia mencontohkan makanan ekstrapedas seperti seblak yang digemari anak-anak.
“Sama makanan ultra processed food seperti sosis, naget, pentol, yang masa simpannya itu panjang. Itu yang justru berbahaya,” ungkap perempuan yang kemarin menyosialisasikan pentingnya gizi tersebut.
Sebaliknya, tidak banyak anak-anak yang menggemari real food. Padahal, makanan yang daya simpannya tidak lama itu justru baik bagi tubuh.
Sedangkan ultra processed food yang memiliki daya simpan lama karena mengandung pengawet itu tidak baik bagi tubuh.
“Natriumnya juga pasti tinggi. Kalau keseringan bisa merusak saluran pencernaan. Bisa berdampak ke ginjal juga,” beber perempuan kelahiran Malang itu.
Baca Juga: Pemerintah Ubah PPDB jadi SPMB hingga Libatkan Sekolah Swasta, Begini Penjelasan Wamendikdasmen
Selain itu, pihaknya juga mengamati masih gemarnya masyarakat—terutama anak muda—mengonsumsi minuman kemasan berasa. Salah satunya teh kemasan.
“Teh ini kalau dikonsumsi secara rutin itu menghambat penyerapan zat besi. Apalagi kalau di masa remaja karena pubertas, remaja putri pasti menstruasi. Dia perlu zat besi itu untuk mengganti sel darah yang rusak,” jelasnya sembari menyebut penyerapan zat besi yang terganggu bisa menyebabkan anemia.
Dia juga menyoroti maraknya kasus gagal ginjal yang menimpa orang-orang di usia produktif. Tak terkecuali menimpa anak-anak.
“Karena mungkin merasa sudah minum minuman rasa-rasa tadi, akhirnya minum air putihnya kurang,” tandasnya tentang penyebab gagal ginjal.
Selebihnya, tidak sedikit yang terkena gerd atau asam lambung karena pola konsumsi yang buruk, makan tidak teratur.
Kemudian, ada juga yang terkena diabetes melitus karena dipicu makan sembarangan.
“Susu juga masih diunggulkan, tapi sekarang banyak merek-merek susu yang malah kandungan gulanya tinggi. Sedangkan kandungan susu murninya itu sedikit,” bebernya sembari mengingatkan konsumsi gula sehari hanya empat sendok makan atau setara 50 gram per hari.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Kota Kediri Satriyani Widyawati Rahayu mengatakan, berbagai lomba yang digelar kemarin memang bertujuan untuk memberi pemahaman pentingnya makanan bergizi pada anak-anak.
Hanya saja, kegiatan dikemas secara fun agar anak-anak tidak bosan.
Baca Juga: Hanya 3 SMA di Kediri yang Dapat Tambahan Kuota Masuk Kampus Negeri Lewat Jalur SNBP
“Anak-anak harus tahu bahwa gizi itu penting untuk anak kita. Untuk diri kita. Untuk kesehatan kita. Sehat jasmani dan rohani dalam mengembangkan jiwa anak-anak yang sehat menuju masa depannya yang gemilang,” ujarnya.
Melihat anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias, Satriyani dan beberapa guru yang membimbing dan mengawasi secara langsung terlihat senang.
“Game itu semua materinya terkait dengan masalah gizi,” beber Satriyani tentang acara yang diikuti oleh semua siswa tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah