KEDIRI, JP Radar Kediri – Tahun 2024 sepertinya menjadi tahun penuh prestasi bagi siswa SMPN 4 Kediri. Salah satunya melalui Lomba Sekolah Peduli Inflasi (SPI).
SMP yang dipimpin oleh Yayuk S. Cahyaningsih itu menerima penghargaan kategori terbaik.
Saat menerima penghargaan, Yayuk sempat tidak menyangka bahwa sekolahnya mendapatkan nilai tertinggi.
“Puji syukur kepada Allah SWT, penghargaan ini sungguh luar biasa bagi kami dan keluarga SMPN 4 Kediri,” ujarnya saat menerima penghargaan di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (24/8).
Untuk diketahui, kompetisi SPI diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri.
Melalui ajang ini, diharapkan mampu mengedukasi peserta didik untuk dapat berperan aktif mengendalikan inflasi.
“Target dari SPI ini anak-anak paham mengenai inflasi. Selain itu, anak-anak juga mengerti jenis-jenis komoditas pangan. Terutama komoditas apa saja yang menjadi penyumbang inflasi,” ujar Pj Wali Kota Kediri Zanariah ketika memberikan sambutan.
Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri berharap peserta didik mengerti bahwa ruang sekecil apapun dapat dimanfaatkan untuk urban farming.
“Kami ingin mendidik bahwa dengan lahan terbatas, kita bisa melakukan urbang farming. Jadi kami didik siswa agar peduli inflasi dengan menanam cabai atau tomat di lingkungan sekolah,” tutur Kepala KPwBI Kediri ketika itu, Moch. Choirur Rofiq.
Apa yang diraih SMPN 4 Kediri juga tidak lepas dari buah kerja keras mereka selama ini. Jauh sebelum program SPI digelar, Spipat Kediri ternyata telah aktif melakukan urban farming di sekolah.
Pada pertengahan 2023, mereka mendapat donasi 230 bibit tanaman buah dari PT Schneider Electric.
Setelah itu, kegiatan urban farming di SMPN 4 Kota Kediri semakin berkembang. Bahkan, masuk dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema 'Hidup Berkelanjutan'.
Lahan di belakang sekolah digunakan dengan tepat untuk menanam tanaman produktif. Bahkan, sudah pernah panen raya dan hasilnya dimanfaatkan oleh peserta didik.
“Lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektare kita bagi. Ada yang dikerjakan anak kelas VII, VIII, IX dan seluruh guru beserta karyawan. Dengan jadwal dan jenis tanaman yang berbeda. Peserta didik juga ada praktek kewirausahaan,” terang Yayuk.
Wakil Kepala SMPN 4 Kediri bidang Kesiswaan Arnie Suhestiningsih menambahkan bahwa kolaborasi, inovasi dan semangat gotong-royong jadi kunci keberhasilan sekolah.
“Kami selalu berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan berkreasi. Sehingga mereka bisa berkembang menjadi individu yang berkarakter, berprestasi, tangguh, dan memiliki daya saing yang tinggi,” harap Arnie.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah