Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lakukan Penilaian Green School Competition, Juri Apresiasi Sekolah yang Mampu Mereduksi Sampah

Ayu Ismawati • Jumat, 22 November 2024 | 16:55 WIB
Tim juri Green School Competition berdialog dengan siswa perwakilan dari SDN Betet 3 kemarin.
Tim juri Green School Competition berdialog dengan siswa perwakilan dari SDN Betet 3 kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri -Babak semifinal Green School Competition 2024 terus bergulir. Kemarin, tim juri mengunjungi enam sekolah untuk melihat realisasi pemetaan sekolah hijau di sekolah masing-masing.

Beberapa sekolah dinilai telahberhasil mengimplementasikan konsep tersebut di lingkungannya.

Dalam visitasi hari ketiga kemarin, tim juri mendatangi SD Kreatif The Naff, SMPN 1 Kota Kediri, SMPN 7 Kota Kediri. Kemudian, SDN Betet 3, SMPN 5 Kota Kediri, serta SDN Pakunden 1.

Para siswa pun bisa dengan lancar membeber peta sekolah hijau yang sudah disusun dalam Green School Competition.

Azam, siswa SMPN 1 Kota Kediri mengatakan, salah satu isu yang mereka rumuskan adalah tentang air. Di sekolahnya, kerap muncul masalah tandon air yang meluber hingga memboroskan air.

“Solusinya, kami memasang saklar otomatis. Sehingga tidak ada pemborosan air dan bisa menjaga ketersediaan air di lingkungan sekolah,” katanya.

Dalam kunjungan kemarin, tim juri mengapresiasi usaha peserta didik. Beberapa siswa dirasa mampu menyajikan konsep sekolah hijau yang benar dan natural.

Meski, tidak sedikit sekolah yang masih perlu mendapat pemahaman lebih tentang aktivitas pelestarian lingkungan.

“Implikasinya, beberapa sekolah ada yang kurang maksimal,” ujar Endang Pertiwi, salah satu tim juri.

Meski demikian, dia mengaku cukup puas dengan capaian beberapa sekolah. Khususnya sekolah yang gurunya berhasil mendidik siswa dengan sederhana, natural, namun mampu membawa hasil yang luar biasa.

“Ada yang di kantinnya sudah menggunakan daun untuk mengemas makanan. Dan anak-anaknya juga sudah menerapkan perilaku minim sampah,” sambungnya.

Sebab menurut Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri itu, pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan di akhir saja.

Melainkan dari hulu, produksi sampah harus ditekan. Terlebih sampah plastik yang sulit diurai di alam.

“Mengurangi sampah atau reduce itu tetap wajib dilakukan. Gimana caranya? Dengan membiasakan minim sampah. Agar bisa mengurangi volume sampah,” beber aktivis lingkungan tersebut.

Untuk diketahui, acara yang digagas Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri ini telah memasuki babak semi final.

Di mana 20 sekolah dengan green school mapping terbaik dari jenjang SD dan SMP dikunjungi tim juri. Dalam kunjungan itu, penilaian tim juri akan mengacu pada tiga kriteria.

Yakni, kesesuaian materi dan realitas di lapangan, kemampuan presentasi, hingga inovasi dari siswa.

Kompetisi ini digelar atas gagasan bahwa setiap orang bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. Tak terkecuali pelajar yang diajak memetakan ancaman dan potensi dari lingkungannya.

Sehingga dapat memudahkan dalam menyongsong program sekolah hijau.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #penilaian #Green School Competition 2024 #mengelola sampah #jawapos #GREEN SCHOOL KEDIRI