KEDIRI, JP Radar Kediri — Ribuan siswa yang tidak diterima di penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap I SMA/SMK, siap menyerbu jalur lain di tahap II. Salah satunya jalur prestasi akademik yang pendaftarannya dibuka pekan depan. Ada ratusan kursi yang bisa diperebutkan oleh lulusan SMP/MTs di Kediri Raya.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, di jalur ini kuota yang disediakan sebesar 25 persen dari pagu SMA negeri. Jika pagu tujuh SMA negeri di Kota Kediri sebanyak 2.514 kursi, praktis akan ada 628 kursi yang dialokasikan di jalur ini. “Prestasi nilai akademik SMA termasuk tahap II yang akan dibuka pendaftarannya mulai 18 – 19 Juni,” ujar Chairul.
Berbeda dengan PPDB tahap 1 dimana siswa hanya bisa memilih satu sekolah tujuan, di tahap II siswa bisa memilih paling banyak tiga sekolah. Namun, dengan tetap mempertimbangkan ketentuan zona tempat tinggal siswa.
Chairul menjelaskan, siswa tidak hanya bisa memilih sekolah di dalam zona saja. Melainkan juga bisa memilih sekolah di luar wilayah zonasi. Baik dalam satu kabupaten/kota maupun pada kabupaten/kota yang berbatasan.
“Batas-batas zonasinya itu sudah ditetapkan dalam juknis (petunjuk teknis, Red). Berdasarkan batas wilayah. Misal dari Ngasem (Zona 3 Kabupaten Kediri) ke sini (Kelurahan Mojoroto, Zona 1 Kota Kediri) kan melompati Kecamatan Kota. Tapi kalau dari Ngasem ke Kecamatan Kota itu sudah berbatasan langsung. Jadi tidak bisa melompati zona yang lain,” urainya mencontohkan ketentuan terkait zona berbatasan yang diperbolehkan.
Namun, untuk sekolah di luar zonasi, siswa hanya bisa memilih paling banyak satu sekolah. Dua lainnya harus tetap dari sekolah di wilayah dalam zonasi. “Seleksinya dari gabungan nilai rapor, indeks sekolah, dan akreditasi sekolah,” terang Chairul.
Terkait ketentuan pilihan sekolah dan batasan zona, diakui Chairul belum banyak dipahami siswa. Hal tersebut juga dibenarkan Grandi, salah satu pendaftar PPDB tahun ini. Dia mengaku baru memahami aturan itu setelah mencoba latihan mendaftar di situs PPDB Jatim beberapa waktu lalu. “KK (kartu keluarga, Red) saya kan Ngasem. Waktu latihan dulu sempat bingung soalnya cuma bisa pilih satu sekolah di kota,” ujarnya.
Padahal, sejatinya dia ingin mencantumkan dua pilihan SMA di Kota Kediri. Yakni, SMAN 1 Kota Kediri dan SMAN 3 Kota Kediri. Dengan rincian, pilihan pertama di SMAN 1 Kota Kediri, dan pilihan kedua di SMAN 3 Kota Kediri.
“Jadinya bingung menentukan pilihan sekolahnya, pilihan utama sama plan B-nya. Karena saya hanya bisa pilih satu sekolah di kota. Akhirnya waktu latihan cuma pilih dua sekolah. SMAN 3 Kota Kediri sama SMAN 1 Wates,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah