KEDIRI, JP Radar Kediri—Selain penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, PPDB SMA/SMK tak kalah ketat. Hingga Jumat (7/6) kemarin, total ada belasan ribu lulusan SMP/MTs di Kediri Raya yang siap berebut bangku SMA/SMK negeri.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan, hingga kemarin total ada 16.904 siswa yang sudah mengambil personal identification number (PIN) untuk pendaftaran SMA/SMK. Jumlah itu terdiri dari 4.119 siswa di Kota Kediri dan 12.785 siswa di Kabupaten Kediri.
Mereka siap mendaftar di sistem PPDB secara online mulai Senin (10/6) lusa. Total ada tiga jalur yang dibuka di tahap pertama. Yakni, jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan prestasi hasil lomba.
Untuk bisa mendaftar, siswa harus mengunggah beberapa berkas yang disyaratkan. Terutama piagam penghargaan dan sertifikat untuk jalur prestasi hasil lomba.
“Kemarin sudah mulai foto kopi piagam-piagam dan sertifikat. Sama minta legalisir ke sekolah,” aku Adam Hilmi, salah satu calon pendaftar SMA negeri di Kota Kediri.
Menyadari persaingan yang ketat, pelajar SMPN 8 Kota Kediri itu memilih untuk memaksimalkan peluang dengan menyertakan sertifikat sebanyak-banyaknya.
“Kalau saya pengen-nya daftar lewat jalur prestasi. Tapi persaingannya cukup tinggi kan. Jadi saya usaha saja dengan menunjukkan sebanyak-banyaknya prestasi,” tandas pemilik prestasi di bidang seni itu.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, di tahap pertama ini, siswa hanya bisa memilih satu sekolah tujuan.
Belasan ribu peserta didik yang telah mengambil PIN akan bersaing memperebutkan bangku di 21 lembaga SMA negeri di Kota dan Kabupaten Kediri, serta puluhan SMK negeri lainnya.
“Beberapa ketentuan masih sama dengan tahun lalu. Kecuali jalur afirmasi keluarga tidak mampu. Tahun lalu bisa menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan, sekarang nggak bisa,” ujarnya.
Kebijakan tahun ini, pendaftar jalur afirmasi harus menggunakan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya kartu Indonesia pintar (KIP), program keluarga harapan (PKH), dan lainnya.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno menegaskan, PPDB SMA/SMK negeri di Kediri Raya berjalan secara transparan dan adil.
Karenanya, dia mengimbau para peserta didik untuk tidak usah panik. “Siswa harus memiliki kemantapan hati dan niatan yang baik untuk mendaftar di sekolah sesuai pilihan dan angan-angannya,” kata Adi sembari meminta siswa mengikuti setiap tahapan PPDB sesuai prosedur.
Lebih jauh Adi juga meminta agar orang tua bisa mengarahkan anak-anaknya saat proses pendaftaran. “Saya juga mengajak semua stakeholder baik dari organisasi masyarakat, LSM, dan lainnya untuk ikut mewujudkan pendidikan di Kediri Raya yang berkualitas,” lanjut Adi memastikan seluruh lulusan SMP/MTs di Kediri Raya akan mendapat tempat belajar di SMA/SMK.
Pria asli Nganjuk ini menegaskan, kualitas sekolah negeri dan swasta di Kediri Raya sama baiknya. Peralatan dan sarana prasarana lainnya juga lengkap. Karenanya, dia juga meminta anak-anak tak risau jika tak diterima di sekolah negeri. “Kesuksesan seseorang itu tidak ditentukan dari sekolahnya tapi dari kemauan dan keteguhan untuk belajar,” tandasnya.
Untuk diketahui, sejak Rabu (5/6) lalu, beberapa siswa sudah mencoba latihan mendaftar di situs https://ppdbjatim.net/. Latihan pendaftaran masih dibuka hingga hari ini (8/6).
Namun begitu, menurut Chairul, latihan pendaftaran hanya ditujukan untuk pendaftar PPDB tahap 2–4. Atau, tahapan selanjutnya setelah tahap 1 afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi hasil lomba.
“Latihan pendaftaran ini tidak bisa untuk jalur tahap 1. Karena tahap 1 harus meng-upload dokumen bukti. Seperti kartu Indonesia pintar, surat tugas orang tua, sertifikat, itu harus diupload,” beber Chairul.
Dengan begitu, fitur layanan pendaftaran hanya ditujukan untuk jalur prestasi nilai akademik SMA, zonasi SMK, zonasi SMA, dan prestasi nilai akademik SMK. Dengan latihan pendaftaran ini, siswa diharapkan bisa mengantisipasi kekeliruan yang mungkin dilakukan saat proses mendaftar.
“Biasanya kesalahan ada saat memilih sekolah. Inginnya di SMA A, yang dipilih di SMA B. Dan keterimanya di SMA B jadi bingung,” tandasnya mengimbau siswa lebih teliti saat proses pendaftaran daring atau online.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah