Untuk diketahui, jalur prestasi nilai akademik idealnya hanya mensyaratkan nilai rapor dan akreditasi sekolah. Tetapi, dalam PPDB tahun ini ada indikator baru yang masuk penilaian. “Indeks sekolah (yang ditentukan nilai rata-rata lulusan sebelumnya, Red) akan jadi unsur pengali (skor pendaftar, Red),” kata Kasi SMA/PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi.
Lebih jauh Chairul mengungkapkan, indeks sekolah ini ditentukan dari rata-rata nilai rapor seluruh peserta didik di satu sekolah. Karenanya, nilai kating dalam indeks sekolah akan ikut menentukan nasib pendaftar di jalur prestasi nilai akademik.
Diakui Chairul, dimasukkannya indikator indeks sekolah ini untuk menciptakan rasa keadilan. Sebelumnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena indikator yang dipakai hanya nilai akreditasi saja. “Padahal tak jarang kualitas siswa bisa lebih dari nilai yang digambarkan di akreditasi sekolah,” lanjutnya.
Untuk bisa mendapat indeks sekolah, sejak April lalu operator sudah menghitung nilai lulusan SMP yang saat ini duduk di kelas X, XI, dan XII SMA/SMK di Jatim. “Semua dimasukkan nanti akan ketahuan nilai indeksnya,” terang Chairul.
Pria asal Pare itu menegaskan, bobot indeks sekolah dalam PPDB tahun ini jauh lebih besar dibanding akreditasi sekolah. Jika bobot akreditasi sekolah dalam pembobotan PPDB hanya 20 persen, bobot indeks sekolah ini mencapai 30 persen.
Dengan bobot tersebut, jika prestasi kating di SMA merosot, otomatis nasib adik kelas mereka untuk diterima di SMA yang dituju akan ikut turun.
“Tentu kakak kelas harus berperan untuk nasib adiknya,” terang Chairul sembari menyebut kakak tingkat yang berprestasi di SMA akan membantu mengangkat adik kelasnya.
Di luar akreditasi sekolah dan indeks sekolah, menurut Chairul nilai rapor siswa tetap mendapat bobot paling besar. Yakni, sebesar 50 persen. “Jika anak-anak memang pandai, otomatis peluangnya untuk diterima tetap besar,” papar Chairul.
Terpisah, Waka Akademik SMPN 4 Kediri Suyanto menyebut sekolahnya sudah memiliki indeks sekolah. Dia menilai indeks SMPN 4 akan ikut mendongkrak peluang lulusannya untuk diterima di SMA. “Penilainnya tidak hanya satu sekolah. Tapi (nilai) alumni SMP 4 seluruhnya di rata-rata akan muncul nilai itu,” terang Suyanto sembari menyebut indeks SMPN 4 menduduki urutan kedua di Kota Kediri.
“Kalau nilainya (alumni, Red) bagus-bagus, jelas membantu. Tapi kalau kakak kelasnya di SMA mbleler-mbleler, wah adik kelasnya yang akan susah,” kelakarnya sembari menyebut para guru sudah memotivasi anak-anak untuk rajin belajar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah