Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nuruti Gengsi, Akhire Kecemplung Bui

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 1 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi Pertemanan Berujung Bui.
Ilustrasi Pertemanan Berujung Bui.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Yu Minthul pancen kakean polahWong weruh kalau duwite ora cukup kanggo nuruti gaya hidup, eh malah nyolong duwite kancane. Awalnya percaya tak akan ketahuan. Tak tahunya, kebusukannya itu berujung bui, peh! Ya ngene iki kalau nuruti gengsi, akhire ya masuk bui.

Kisah ini berawal ketika Yu Minthul berteman baik dengan Yu Cemplon. Mereka berdua sangat dekat karena bekerja di salah satu perusahaan yang sama di Kediri. Kebetulan juga sama-sama anak rantau.

“Yu Minthul ini asli Tulungagung, sedangkan Yu Cemplon asli Nganjuk,” ujar Yu Menik, tetangga kosnya.

Baca Juga: Anake Berulah, Keluarga Bubrah

Pertemanannya sudah berlangsung tiga tahun. Karena kedekatannya Yu Cemplon pun sudah menganggap Yu Minthul sebagai saudaranya sendiri. Tak heran yen Yu Minthul juga mengetahui pin ATM Yu Cemplon.

Tak jarang keduanya juga bercerita terkait kehidupan. Termasuk gaya hidupnya. Jika Yu Minthul lebih cenderung ke hedon. Ini berbeda dengan Yu Cemplon yang lebih terlihat sederhana.

“Ya, Yu Cemplon iki wonge gemi. Duwit hasil gajian selalu ditabung. Bahkan, sekarang tabungannya sudah belasan juta,” imbuh Yu Menik.

Baca Juga: Pegatan merga Kesel Ngurusi Kumbahan

Singkat cerita, Yu Minthul dan Yu Cemplon sedang bermain ke luar. Tak sengaja, Yu Cemplon menitipkan handphone dan dompet ke Yu Minthul karena ingin ke kamar mandi terlebih dahulu.

Momentum itu dimanfaatkan oleh Yu Minthul untuk mengambil ATM Yu Cemplon. Tak menunggu lama, Yu Minthul langsung menggesek ATM setelah pulang bermain. Karena mengetahui pin ATMnya, uang tersebut pun langsung keluar.

Neng njero ATM enek saldo Rp 18 juta. Yu Minthul mengambil uangnya senilai Rp 8 juta,” beber Yu Menik kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Baca Juga: Prawan Kasep Ketemu Jamet

Ketika ada notif di handphone Yu Cemplon langsung panik. Dia pun menanyakan ke Yu Minthul. Sayangnya, Yu Minthul tak mengaku. Justru berpura-pura seolah-olah tak tahu menahu.

Ditunggu selama satu minggu juga tak ada itikad baik. Yu Cemplon pun membuat laporan ke kantor polisi. Hasilnya, diketahui yen yang mencuri uang tersebut adalah Yu Minthul.

“Karena Yu Minthul tak ada itikad baik mengembalikan akhirnya Yu Cemplon meneruskan laporannya. Dan kini, Yu Minthul sudah mau dibui,” paparnya.

Usut punya usut, uang Rp 8 juta itu tinggal Rp 2 juta saja. Itu karena digunakan Yu Minthul untuk membayar kos, nongkrong serta belanja pakaian dan sepatu.

Baca Juga: Seneng ‘Gawene’, Ora Gelem Hasile

Pancen kebangeten tenan, dipercaya koncone dewe malah dikhianati. Ujungnya masuk bui, ben dirasakne,” pungkas Yu Menik dengan nada kesal.

Editor : rekian
#peh kediri #kabupaten kediri #mencuri uang #pertemanan berujung bui #kota kediri