KEDIRI, JP Radar Kediri - Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud. Seperti yang dialami Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini.
Salahe Yu Minthul, dia memang masih tinggal di ‘pondok mertua indah’, alias belum tinggal di rumah sendiri. Ternyata, setahun bersama sang mertua yang dirasakan bukan hal indah-indah, melainkan rasa depresi. Ora doyan mangan dan sulit duwe anak, peh!
Bagaimana ora stress kalau setiap hari yang dikonsumsi adalah omongan pedas sang mertua. Omongan yang membuat hatinya perih bak tersayat sembilu, waduh!
Baca Juga: Bojone Kumat, Kang Dalbo Jaluk Pegat
“Piye ora arep mikir yen mendino diseneni wae. Mulai tangi isuk sampek arep turu bengi ana wae sing dipermasalahkan,” gerutu Yu Minthul.
Sebenarnya, si mantu sudah berusaha bersabar. Tak jarang dia menangis karena perkataan mertua yang membuat hatinya tersayat dan terluka.
Tapi, mengapa sih ada mertua sing seperti itu? Usut punya usut, ini terkait hubungannya dengan sang suami, Kang Dalbo, ora disetujui sang mertua. Mereka punya calon dewe. Yang, versi mereka, luwih ayu, luwih mapan dari sisi ekonomi.
Baca Juga: Bojone Lahiran, Kang Dalbo Golek Selingkuhan!
Toh, ibarat pepatah cinta ibu buta, Kang Dalbo tak mengindahkan keinginan ibunya kuwi. Dia masih saja milih Yu Minthul sebagai pendamping hidup.
“Sakjane iki ya salahku. Tetap menerabas meskipun ibu mertua ora setuju. Soale bojoku ngomong yen semua bisa diperjuangkan,” ujar Yu Minthul.
Akibatnya, hampir satu tahun rabi mertuane kuwi tetep wae menjengkelkan. Menganggap Yu Minthul kuwi musuhe. Tak heran yen saben dina ana wae sing garai mertua marah-marah neng Yu Minthul.
Baca Juga: Istri Bergaya Sosialita Marai Kang Dalbo Menderita
Mulai dari rumah yang katanya berantakan hingga masakan sing ora enak. Padahal saben dina Yu Minthul sudah berupaya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Wes ora ana harga dirine padahal Yu Minthul juga termasuk perempuan pekerja.
“Jenenge wong gak seneng apa wae sing tak lakoni selalu salah neng matane,” sungut Yu Minthul.
Sing garai Yu Minthul lara ati adalah nalika ana penggawean omah menurute mertuane ora pener bukan protes langsung neng Yu Minthul. Melainkan digawe status sing diwoco dulur lan kanca-kancane. Seperti seolah-olah Yu Minthul ora becus jadi istri.
Baca Juga: Kang Dalbo Ketiban Empyak, Wis Ditahan eh, Dijak Pegatan
Merasa pegel, Yu Minthul wadul neng bojone. Bukane membela istri, sang bojo justru nyeneni deweke. Njaluk Yu Minthul supaya bersabar ngadepi kelakuane ibuke.
“Sayange aku wis cukup kesel ngalah selama dua tahun terakhir iki. Tapi tetep ora enek hasile. Memang sing bener pegat wae,” omel Yu Minthul.
Yu Minthul pun mengurus surat perceraiannya sendiri. Mumpung belum punya anak dia ingin kembali menikmati hidupnya seperti sebelum tinggal karo mertua sing ribet. “Wes wayahe menikmati hidup sebagaimana mestine,” pungkasnya dengan melempar senyum.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri