KEDIRI, JP Radar Kediri - Ujian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua. Seperti yang dialami oleh Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.
Ya, pernikahan yang digadang-gadang mampu membuat kehidupannya lebih bahagia itu ternyata hanya angan-angan. Sebab dia bertemu dengan mertua yang membuat kehidupannya seperti di neraka.
“Rasane neng omah ora betah. Enek wae sing salah lan gawe mertuaku muring-muring neng aku,” keluh Yu Minthul.
Baca Juga: Bojone Kemayu, Yu Minthul Pilih Mlayu
Sebenarnya, kelakuan sang ibu mertua yang kasar sudah terlihat sejak pacaran. Yu Minthul sering melihat Sudrun dimarahi karena hal-hal sepele. Belum lagi kelakuannya yang ringan tangan.
“Aku yen dolan neng omahe bojoku sering nyawang ibune mara tangan neng adike. Pokoke beda banget dengan keluargaku sing background lemah lembut,” lanjutnya.
Meski sudah mengerti background keluarga Sudrun, hal itu tak menyurutkan tekad Yu Minthul untuk menikah. Sebab dia melihat sang bojo berkelakuan baik dan tidak ada tanda-tanda kasar.
Baca Juga: Bojone Kemayu, Yu Minthul Mlayu
Sayangnya, dia tidak berpikir lebih jauh terkait dampak-dampak yang muncul. Seperti rumah tangganya yang terancam hancur karena dia tidak betah dengan kelakuan sang ibu mertua.
“Nalika kuwi mikirku ya selama bojoku apik sing liyane ora peduli. Eh, ternyata urip setiap hari dengan mertua nguras tenaga lan pikiran,” omel Yu Minthul.
Sakjane, keinginan pegatan kuwi wis suwe. Sebab, tabiat mertuane pancen ora pantes ditiru. Yen emosi, gampang main tangan. Ngantemi lan ngeplaki putune.
Baca Juga: Ditinggal Tugas, Yu Minthul Gragas
“Awale tak biarkan tabiat buruk mertuaku kuwi. Aku ora berani melawan. Tapi yen wes menyangkut anak aku ora bisa menerima,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Alasan Yu Minthul bertahan itu karena dua anak perempuannya masih kecil-kecil. Sehingga dia membutuhkan sosok ayah dalam tumbuh kembangnya.
Namun seiring berjalannya waktu, sikap kasar sang ibu mertua semakin menjadi-jadi. Dia tega menghajar cucu perempuannya karena tak menuruti perintahnya. Inilah yang melatarbelakangi Yu Minthul untuk njaluk pegatan.
Nalika njaluk pegatan, Sudrun pun tak langsung mau. Itu karena dia menyayangkan rumah tangga yang sudah dibangun selama tiga tahun terakhir harus berakhir sia-sia.
Baca Juga: Bojone Pergi Jauh, Yu Minthul Selingkuh
“Bojoku sebagai kepala keluarga juga ora bisa begitu banyak ambil keputusan. Merga gajine ora cukup ngge memenuhi sandang, pangan karo papanku,” bebernya.
Merasa tak ada solusi Yu Minthul pun wis wegah bertahan. Dia pun meminta cerai setelah lima tahun menikah dengan Sudrun. Tapi, dengan tuntutan bahwa Sudrun kudu nafkahi anak-anaknya.
“Mbesok maneh yen milih bojo juga perlu ndelok wong tuwane. Ujian ora melulu dari suami tapi juga mertua,” sesal Yu Minthul. (la/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri