KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebenarnya permasalahan Sudrun dan Yu Minthul dirasakan hampir semua orang. Tetapi, hal itu tidak disadari sejak awal pacaran. Masalah sepele yang dipendam hingga ke jenjang pernikahan ini tak jarang jadi pemicu perceraian.
“Memang gaya hidupe bojoku glamour. Tapi keluargane biasa saja. Pikirku ya semua gaya di sosial media itu hanya maya tak asli,” ujar Sudrun, warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Sudrun dan Yu Minthul awalnya memang kenal di sosial media. Bagi Sudrun, Yu Minthul adalah perempuan yang supersibuk. Aktif berkegiatan, baik di pekerjaan maupun aktivitas sosialnya.
Baca Juga: Lambe Tangga Ikut Campur, Yu Minthul Babak Belur
Citra Yu Minthul sebagai perempuan yang sangat produktif itu membuat Sudrun tertarik untuk mendekatinya. Dia pun memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Yu Minthul lewat direct message (DM) Instagram.
“Saat itu ya wis mencoba saja. Kalau dibalas alhamdulillah. Semisal tidak juga tidak apa-apa,” kenang Sudrun.
Rupanya, pesan iseng Sudrun itu ditanggapi oleh Yu Minthul seminggu setelahnya. Merasa mendapat angin segar, Sudrun pun intens mendekati perempuan yang ditargetkannya itu.
Baca Juga: Bojone Pergi Jauh, Yu Minthul Selingkuh
Di awal pendekatan, Sudrun sudah sempat minder karena melihat gaya hidup Yu Minthul yang mirip sosialita. Dia sadar benar, gajinya sebagai abdi negara yang pas-pasan tidak akan cukup untuk membiayainya.
“Nekat mendekati karena pengen kenalan dulu. Siapa tahu orangnya masih bisa diatur termasuk gaya hidupnya,” ungkap Sudrun.
Singkat cerita, mereka berdua akhirnya pacaran. Setelah dekat, Sudrun pun berkesempatan untuk kenal dengan keluarga Yu Minthul. Dia sempat kaget karena keluarga calon bojonya itu yang sangat sederhana. Berbanding terbalik dengan Yu Minthul yang penuh kemewahan.
Baca Juga: Ora Diopeni, Yu Minthul ke Lain Hati
Usut punya usut, gaya hidup Yu Minthul terpengaruh tempat kerjanya. Teman-teman Yu Minthul terbiasa bergaya hidup mewah. Barang-barang yang dipakai semua bermerk alias branded. Tak ayal, uangnya juga sering habis hanya untuk nongkrong. “Melihat keluarganya yang sederhana itu aku yakin yen bojoku sik iso disetir atau diatur supaya hemat,” tandas Sudrun.
Sayangnya, harapan tinggallah harapan. Setelah menikah, Yu Minthul tetap bergaya sosialita. Sudrun hanya bisa ngelus dada karena gaji yang diberikannya habis untuk belanja dan makan di kafe bersama teman-temannya.
Saat dinasihati, Yu Minthul bukannya menerima. Sebaliknya, dia malah marah dan memilih menginap di rumah temannya. Respons itu membuat Sudrun kecewa. “Aku mulai goyah, perlu tak lanjutkan atau sudah sampai di sini saja. Sebab yen diterusne kayake kok aku sing susah,” tandas pria yang sedang menimbang untuk menceraikan istrinya itu.
Baca Juga: Kisah-Kisah Rumah Tangga : Kang Dalbo Dipecat, Yu Minthul Jaluk Pegat
Sudrun pun berpesan bagi laki-laki yang ingin mencari istri, lebih baik mencari yang setara. Yen dari awal wis keliatan ora sanggup aja diterusne. Rabi kuwi sing digoleki kebahagiaan, bukane penderitaan. Peh, rabi baru setahun wes ngenes!
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri