Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kang Dalbo Jahat, Yu Minthul Pilih Megat

Hilda Nurmala Risani • Senin, 17 November 2025 | 21:52 WIB

Photo
Photo
Kurang apa sakjane Yu Minthul iki. Perempuan asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ini itungane orang yang nriman. Urip ya apa anane. Tapi, kok ya mentala Kang Dalbo ngelokne kalau dia wong tak bersyukur.

Lha kuwi nyeneni neng ngarepe anakku lan wong tuwaku. Apa ora lara atiku,” omel Yu Minthul.

Yu Minthul kemudian bercerita, pernikahan bermula saat dia berkenalan dengan Kang Dalbo melalui media sosial. Tak membutuhkan waktu lama mereka berdua memutuskan menikah. 

Apa yang membuat Yu Minthul sebegitunya percaya pada Kang Dalbo? Ya, jawabannya adalah agama. Deweke menilai Kang Dalbo memiliki background agama yang bagus. Sehingga layak untuk dijadikan imam.

Nalika pacaran selama lima bulan, Kang Dalbo selalu mengingatkan salat dan sunah-sunah. Mulai dari puasa hingga amalan-amalannya,” beber Yu Minthul.

Pekerjaan Kang Dalbo sebagai guru honorer tak menjadi masalah. Sebab Yu Minthul juga memiliki pekerjaan. Sehingga persoalan uang dipastikan aman karena masing-masing memiliki pemasukan.

Namun permasalahan itu datang dari keluarga Yu Minthul. Bapak ibune ora setuju yen deweke rabi dengan Kang Dalbo. Begitupun dengan kakaknya. Itu karena perkenalannya masih singkat dan belum mengetahui seluk-beluk keluarganya.

“Aku berusaha meyakinkan. Akhire wong tuwaku gelem dan rela melepaskan aku,” imbuhnya.

Momen yang ditunggu pun tiba. Kang Dalbo dan Yu Minthul resmi menikah. Mereka pun memutuskan untuk tinggal jauh dari orang tua masing-masing. Agar bisa hidup lebih mandiri.

Sayangnya, baru satu bulan menikah. Kelakuan sang bojo tak sebaik waktu pacaran. Yu Minthul sering diseneni perkara sepele. Contone menaruh barang tidak pada tempatnya dan masak tidak sesuai keinginane.

Enek momen nalika aku diseneni habis-habisan. Jujur kaget karena selama pacaran aku kenale wong sing alus lan lembut tutur katane. Basan nikah perkataan hewan wae metu saka mulutnya,” tandasnya.

Parahnya lagi wes kelakuane elek tur ora gelem ragat. Kontrakan lan perabotan sing tuku Yu Minthul. Sudah begitu bukannya terima kasih justru deweke berlaku semena-semena. Ngunu wae jarene Yu Minthul sik kurang bersyukur.

Yu Minthul sering dikatai seperti hewan. Tak berhenti di situ saja juga sering dihajar. Tak melulu waktu berdua saja, saat ada orang tua pun Kang Dalbo berani melakukannya.

“Sampai puncake aku mergoki deweke selingkuh dengan perempuan lain. Iku enek nek chat. Alasane cuman teman kerja tapi mosok janjian neng hotel kan yo ora mungkin,” gerutu Yu Minthul.

Merasa dirugikan, Yu Minthul pun memilih kembali ke rumah orang tuanya. Setelah berdiskusi panjang deweke memilih pegatan dengan sang bojo.

Tak peduli apa kata orang, kesehatan mentalnya jauh lebih penting. Toh, deweke punya penghasilan. Terlebih sebagai pegawai BUMN punya lingkungan yang lebih baik.

“Meskipun aku rabi rung enek satu tahun. Wong tuwaku ora apa-apa yen aku pegatan. Mereka lebih mementingkan kebahagiaanku daripada omongan wong liyo,” pungkasnya. (la/fud)

 

 

Editor : Miko
#guru honorer #yu minthul #kecamatan wates #kang dalbo #peh #selingkuh